Awas! Ditemukan Makanan Berformalin – Pare Pos
Nasional

Awas! Ditemukan Makanan Berformalin

Ilustrasi

SIDRAP, Parepos.co.id — Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sulawesi Selatan (Sulsel) menemukan makanan yang mengandung zat berbahaya, formalin di Kabupaten Sidrap.
Bahan kimia berbahaya itu, ditemukan di dua lokasi yakni pasar Rappang dan Lawawoi, Selasa, 23 Agustus. Petugas gabungan dari BPOM Sulsel, tim penyidik Dinas Kesehatan (Dinkes), Satpol PP, dan Polisi mengambil sample makanan yang dijual untuk dites.

Hasilnya, petugas mencurigai adanya sejumlah makanan yang mengandung formalin seperti ikan kering, mie instan, dan nugget. Fungsional Bidang Pengawasan Obat dan Makanan BPOM Sulsel, Hidayat Yusuf mengatakan, sekitar 20 sample makanan yang diuji, 5 di antaranya dicurigai mengandung formalin.

“Sample makanan yang kami curigai mengandung formalin di dua lokasi yakni ikan kering, mie instan, dan nugget. Namun, makanan itu akan diuji kembali untuk memastikan kebenarannya,” katanya.

Hidayat Yusuf menegaskan, jika terbukti makanan tersebut mengandung zat kimia berbahaya, maka pihaknya akan mendatangi pengusaha tersebut untuk menyita semua makanan yang bisa memicu kanker.

“Jika memang terbukti menggunakan formalin dalam makanan itu, maka kami dengan tegas akan menyita semua produksi makanan berformalin itu,” ujarnya.

Menurut Hidayat, makanan yang mengandung formalin sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat yang mengonsumsinya. Formalin biasanya digunakan untuk bahan pengawet mayat, testil, dan alat rumah tangga. Formalin yang masuk ke tubuh manusia, kata dia, bisa menimbulkan gangguan kesehatan manusia. Bahkan kematian. Selain itu, juga bisa melemahkan fungsi otak terutama bagi anak-anak.

Ia meminta, masyarakat berhati-hati mengonsumsi makanan yang mengandung formalin dan boraks. Sementara itu, para pedagang diminta menghentikan penjualan makanan yang mengandung zat berbahaya, sebab bisa dihukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Sanksi yang diterapkan itu mulai administrasi hingga pidana.

“Ancaman pidananya itu kurungan penjara selama tahun atau denda sebesar Rp4 miliar,” ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr Andi Irwansyah mengatakan, pihaknya melakukan pengawasan peredaran makanan berformalin di Kabupaten Sidrap.  Dinas kesehatan, kata dia, telah membentuk tim penyidik yang diambil dari berbagai instansi untuk melakukan pengawasan dan pemantauan peredaran makanan dan minuman berbahaya.

“Pengawasan untuk mengamankan masyarakat agar tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung zat berbahaya. Tidak tertutup kemungkinan ada oknum pedagang yang menjual makanan berformalin dan boraks apalagi menjelang lebaran Idul Adha,” tandasnya.

Beberapa jenis bahan pangan telah ditemukan sering menggunakan formalin sebagai pengawet antara lain mie basah, tahu, bakso, ayam hingga ikan. BPOM menyarankan warga agar lebih selektif dan berhati-hati dalam memilih produk pangan yang akan dikonsumsi dan mengetahui ciri-cirinya. (ira/ril)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!