Berkah Siswa Penghafal Alquran, RMS Hadiahkan Rumah

by

SIDRAP, Parepos.co.id–Bupati Sidrap, H Rusdi Masse memberikan bantuan satu unit rumah kepada keluarga Maelisa,  siswa berprestasi, warga Kelurahan Bilokka, Kecamatan Panca Lautang, Jumat 12 Agustus.
Rusdi Masse memberikan bantuan tersebut, bocah yang baru berusia 12 tahun itu, dianggap telah mengharumkan nama baik Kabupaten Sidrap, di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan pada lomba pidato. Maelisa mengangkat tema 71 tahun Indonesia Merdeka. Hanya saja Maelisa adalah anak dari keluarga miskin dan rumahnya tak layak huni.
Selain rumah, Rusdi Masse didampingi Sekkab Sidrap, H Ruslan bersama Kepala Dinas Pendidikan (Disdik), Nur Kanaah memberikan bantuan sembako untuk kebutuhan sehari-hari buat keluarga Maelisa.

Maelisa lahir dari keluarga kurang mampu, tiga orang kakak perempuannya yang sudah putus sekolah. Orang tuanya, Husnaini hanya bekerja sebagai buruh tani, sedangkan ibunya bernama Afida hanya pengurus rumah tangga.
“Saya baca di media bahwa ada warga Sidrap miskin dan anaknya berprestasi. Makanya saya langsung turun ke lokasi cek kebenarannya. Ternyata betul anak bernama Maelisa memang berprestasi dan tinggal di rumah yang tak layak huni,” kata Bupati Sidrap, H Rusdi Masse.

Bupati dua periode ini, terharu saat mendengar langsung pidato Maelisa yang masih duduk di bangku kelas VI Sekolah Dasar (SD) Negeri 4 Bilokka itu. Pidato dengan judul 71 Indonesia Merdeka dengan isinya masih banyak veteran hingga anak cucunya belum merasakan kemerdekaan, seperti yang diamali keluarga Maelisa.
“Alhamdulillah, 1 unit rumah yang kita berikan ini adalah rezeki buat Maelisa dan keluarganya. Rumahnya yang tak layak huni itu akan diganti dengan rumah baru. Pembangunannya tidak lama hanya kurang lebih dua minggu. Mudah-mudahan bisa ditempati secepatnya,” kata Rusdi Masse.

Calon Ketua DPW Partai NasDem Sulsel itu, berjanji menuntaskan kemiskinan hingga nol persen di Bumi Nene Mallomo pada tahun 2017, mendatang. “Kami bertekad, pada 2017 mendatang angka kemiskinan di Sidrap, sudah tidak ada lagi. Kan sekarang peringkat kedua terendah di Pulau Sulawesi. Makanya, tahun depan, kita target terendah pertama di Pulau Sulawesi,” tegasnya. Rusdi Masse memerintahkan seluruh kepala desa atau lurah, dan camat melaporkan data-data warga miskinnya ke Pemda Sidrap. “Saya minta seluruh jajaran pemerintahan segera  melaporkan secepatnya data  warga kurang mampu di masing-masing wilayahnya,” tandasnya.

Kisah Maelisa

Sebelumnya, PARE POS memberitakan, kisah Maelisa, anak didik penghafal Alquran rela menjual kue, membantu ekonomi keluarganya. Bocah yang baru berusia 12 tahun itu, memiliki prestasi yang luar biasa. Melisa kecil mampu menghafal Alquran. Bahkan langganan juara seperti lomba Pildacil.  Anak bungsu dari empat bersaudara mengaku ini, uang hasil prestasinya ini dikumpulkan, selain membantu kebutuhan sekolah dan jajan, Melisa juga mencukupi kebutuhan ekonomi keluarganya. “Saya sekolah sambil bantu-bantu mama jual kue-kue. Uang hasil kerja Bapak sebagai buruh tani tidak mencukupi kebutuhan keluarga,” katanya saat ditemui di rumahnya, Kelurahan Bilokka, Kecamatan Panca Lautang, Kamis, 11 Agustus.
Penghasilan yang didapat untuk menambah biaya kebutuhan rumah karena biaya sekolah gratis. “Saya ingin bersekolah lebih tinggi, Pak,” katanya polos. “Saya bersyukur punya anak-anak yang patuh dan mau membantu pekerjaan saya. Kadang kakak-kakaknya Maelisa, turut membantu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga setelah mereka belajar,” cerita Afidah. Seorang perwira dan Babinkamtimas Polsek Panca Lutang Polres Sidrap IPDA Saripuddin, mengatakan, Maelisa dan kakak-kakaknya merupakan pelajar yang berprestasi.
Maelisa berhasil menempati peringkat ketiga lomba Pildacil mewakili Polres Sidrap di Polda Sulsel pada bulan Ramadan lalu. Kehidupan sehari-hari keluarga ini, kata Saripuddin, memang memprihatinkan. Ekonomi keluarganya, sebutnya, memang serba kekurangan, makanya keluarga ini selalu mendapat jatah raskin dan bantuan-bantuan pendidikan dari pemerintah kabupaten. (ira/ade)