Daerah Dibangun, Silaturahmi dan Kewaspadaan Ditanamkan

by

– TMMD ke-96 di Desa Mundan, Kecamatan Masalle, Enrekang (2)

Meriahnya kebersamaan antara TNI, Polri dan warga Desa Mundan, Kecamatan Masalle, Kabupaten Enrekang selama hampir satu bulan, tanggal 3 Mei hingga 1 Juni 2016, membawa kenangan indah di hati masyarakat. Seolah, kebersamaan itu tak dibiarkan cepat berlalu.

laporan: muh nur halim

Bukan saja kebersamaan untuk pembangunan desa, namun Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-96, di Desa Mundan, Kecamatan Masalle, menggelar berbagai kegiatan untuk menjalin silaturahmi dan meningkatkan kewaspadaan, seperti pertandingan olahraga dan sosialisasi deradikalisasi terorisme, bimbingan mental dan kerukunan hidup antarumat beragama, serta kegiatan positif lainnya. Silaturahmi dan kewaspadaan ditanamkan di desa yang berjarak sekira 38 kilometer dari ibukota Kabupaten Enrekang itu.

Untuk olahraga, dilaksanakan pertandingan bola voli antardesa se-Kecamatan Masalle. Selain silaturahmi dan menanamkan sportivitas, juga menggali potensi atlet bola voli di wilayah tersebut.  Pertandingan bola voli, mendapat sambutan yang antusias dari masyarakat sekitar, terutama generasi muda. Masyarakat berterima kasih, sebab TMMD tidak hanya membangun daerah, tapi juga menggelar kegiatan olahraga yang cukup diminati masyarakat.

“Pertandingan bola voli ini untuk memeriahkan TMMD, sekaligus memotivasi generasi muda dalam mencari pemain berbakat di Kecamatan Masalle,” ujar Dandim 1419/Enrekang, Letkol Inf M Pakpahan.

Selain pertandingan olahraga untuk menggali potensi dan menjaga kebugaran tubuh, mental warga juga diisi. Seperti penyuluhan soal deradikalisasi yang bertujuan menjaga toleransi, pluralis, moderat dan liberal. “Deradikalisasi adalah segala upaya untuk menetralisir paham-paham radikal melalui pendekatan interdisipliner (hukum, psikologi, agama dan Sosbud) bagi mereka yang dipengaruhi atau terekspos paham radikal atau pro kekerasan.Diisi dengan program reorientasi motivasi, re-edukasi, dan resosialisasi,” tambah Dandim.

Kegiatan nonfisik TMMD ke-96 tersebut, diikuti tokoh masyarakat, aparat pemerintah, tokoh agama serta tokoh pemuda Kecamatan Massale, dengan pembawa materi para perwira Kodim 1419/Enrekang.
Semua kegaitan itu terlaksana atas kerjasama yang baik antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat Kecamatan Masalle. Itu diakui Danrem 142 Tatag, Kolonel Inf Tandyo Budi R saat memimpin upacara penutupan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-96 2016 yang dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola Desa Mundan, Kecamatan Masalle, Kabupaten Enrekang, Rabu 1 Juni 2016.

Upacara penutupan yang diikuti TNI/Polri, anggota Satpol PP, petugas Dishub Enrekang, Banser Ansor, pelajar, dan para organisasi kepemudaan, menurut Danrem, dilaksanakan dengan baik dan menghasilkan hasil pembangunan fisik dan nonfisik, berkat kerja keras dan kerja sama pelaku TMMD, yaitu TNI bersama pemerintah dan masyarakat.

TMMD ke-96 yang bertema, dengan semangat kemanunggalan serta kerja sama lintas sektoral dan lintas komponen bangsa, kita tingkatkan percepatan pembangunan di daerah guna meningkatkan kesejahteraan rakyat, Danrem sebagai penanggungjawab, memberikan penghargaan kepada semua pihak yang telah menyelesaikan kegiatan dengan baik, serta memberikan dharma baktinya bagi pelaksanaan TMMD di Kecamatan Masalle.
“Pelaksanaan TMMD ini merupakan sumbangan yang sungguh sangat berarti untuk masyarakat bagi percepatan kemajuan di daerahnya,” ungkap Danrem saat menyampaikan sambutan Kasad pada upacara penutupan TMMD ke-96.

Danrem juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan rasa kebersamaan dan persaudaraan serta kemanunggalan TNI dan rakyat dalam memperkuat persatuan dan kesatuan. Pelihara rasa kebersamaan dan hubungan emosional yang harmonis, pelihara semangat gotong-royong dan hasil TMMD yang telah dicapai. “TNI diharapkan dapat menjalankan tugas dengan ikhlas dan bertanggungjawab, profesional serta senantiasa melakukan kewaspadaan nasional,” harapnya.

TMMD tahun 2016 melibatkan 115 personel, dengan hasil pembangunan, yakni pengerasan jalan 1.600 meter, pembuatan plat duiker 7 unit, pembuatan jamban keluarga 57 unit dan penggalian selokan 1.600 meter. Kegiatan TMMD juga dilakukan dalam bentuk nonfisik seperti, penyuluhan deradikalisasi terorisme dan ISIS, bimbingan mental (Bintal) dan kerukunan hidup antarberagama,  penyuluhan bahaya laten komunis (Balatkom), bela negara, empat konsensus dasar, hukum dan Kamtibmas.

Ada pula penyuluhan perkebunan, pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan, pendidikan seni budaya dan pariwisata, penyuluhan KB kesehatan, HIV/AIDS serta pengobatan gratis, penghijauan, kebersihan dan keterampilan. Dilakukan juga  pelatihan penanggulangan bencana, kependudukan dan pertanahan, sosialisasi UU No.22 Tahun 2009 dan UU No 34 Tahun 2004, penyuluhan industri kecil dan energi alternatif, serta pemutaran film perjuangan.

Semua kegiatan yang dilaksanakan, mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Enrekang. Bupati Enrekang, H Muslimin Bando memberi penghargaan atas dilaksanakannya TMMD di Desa Mundan, Kecamatan Masalle, karena kehadirannya memberi motivasi kepada warga untuk membangun desa dan membangun diri mewujudkan masyarakat aman dan sejahtera.

“Pemerintah Enrekang berterima kasih karena TNI telah ikut membantu pembangunan daerah. Kita berharap  pembangunan itu akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Enrekang,” ujarnya.

“TMMD di Enrekang telah bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan, sehingga pempercepat masyarakat menikmati pembangunan dan roda perekonomian berputar,” pungkas Muslimin Bando. (*/selesai)