Komunitas Drone Pamer di Pekan Raya

by

Sosialisasikan Permen Perehubungan Terkait Drone

PAREPARE, Parepos.co.id — Komunitas Drone Sulsel ikut andil dalam Pekan Raya Parepare yang berlangsung 26-28 Agustus di Lapangan Andi Makkasau Parepare. Drone berdasarkan kutipan wikipedia drone dapat berarti pesawat pengintai tak berawak yang dikendalikan remote control. Seperti halnya telepon genggam, awalnya hanya segelintir orang yang menikmatinya, seiring dengan perkembangan zaman akhirnya jumlah telepon genggam diproduksi tak terbatas lagi.

Perkembangan drone juga seperti itu, dulunya hanya digunakan oleh orang tertentu seperti pihak militer atau pemerintah. Namun kini drone sudah dapat dinikmati semua kalangan. Drone juga sudah bisa dikategorikan sebagai kebutuhan, tidak sekedar hobi semata, bahkan penyedia jasa untuk pengambilan gambar via drone sudah banyak. Saat ini drone dilengkapi dengan kamera dengan kapasitas tinggi, banyak digunakan untuk pengambilan gambar video maupun foto dari ketinggian. Hampir semua kegiatan-kegiatan yang dilakukan dilokasi terbuka memanfaatkan drone untuk dokumentasi. Apalagi bila membutuhkan gambar dengan jangkauan luas. Selain itu digunakan juga untuk melakukan pemantauan disejumlah titik dengan cepat.

Sebab itulah perkembangan penggunaan drone semakin populer dan meluas. Tak heran stan komunitas Drone Celebes (DC) di Pekan Raya Parepare banyak pengunjung, sejumlah drone dengan berbagai merek ikut dipajang, dan sesekali komunitas ini menerbangkan drone, bermanuver di udara. Drone di Kota Parepare tidak asing lagi, sejumlah warga kerap menerbangkan drone di lapangan Andi Makkasau maupun di pantai yang ada di Kota Parepare. Salah satunya adalah Rusli Djafar dikenal hobi mengoleksi dan menggunakan drone.

Jurnalis TV nasional ini kerap menggunakan drone dalam liputan, sejumlah karyanya telah tayang, di antaranya gambar udara saat takbiran keliling, arus mudik di Pelabuhan Nusantara dan lainnya. “Gambar dari atas itu memiliki sensasi tersendiri,” katanya.

Pekan Raya Parepare (PRP) 2016 yang diselenggarakan Ideawork mengundang Drone Celebes untuk turut serta dalam event yang diselenggarakan selama tiga hari tersebut. Terlibatnya Drone Celebes yang mengisi salah satu tenant pada PRP 2016 itu memberikan warna tersendiri dan mengundang rasa penasaran masyarakat untuk mengetahui lebih jauh tentang drone.

“Kami dari Drone Celebes hadir di Parepare untuk memenuhi undangan panitia memeriahkan Pekan Raya Parepare ini, sekaligus untuk memperkenalkan aerial photography atau pengambilan gambar/video dari udara kepada warga yang hadir di Pekan Raya,” jelas Iwan Mallarangeng salah seorang anggota DC (Drone Celebes).

Ada beberapa jenis drone yang diperkenalkan oleh komunitas Drone Celebes, selain itu mereka juga berbagi bagaimana cara menggunakan drone yang baik, perawatannya dan tentunya yang terpenting DC datang ke Parepare membawa misi mensosialisasikan Peraturan Menteri Perehubungan terkait penggunaan drone.

“Kami senang berada di sini, Parepare. Kedatangan kami selain terbang bersama dan sharing tentang berbagai macam terkait drone dengan teman-teman yang hobi drone di Parepare, kami juga mendiskusikan serta mensosialisasikan Peraturan Menteri Perhubungan tentang penggunaan drone yang tidak boleh di sembarangan tempat, misalnya di lokasi yang masuk wilayah bandara atau areal tertentu yang biasanya digunakan sebagai pijakan pendaratan pesawat atau heli, di situ dilarang menerbangkan drone untuk menjaga keamanan terbang,” tegas Iwan.

Perihal pengaturan khusus perihal drone sendiri diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No. PM 90 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pengoperasian Pesawat Udara Tanpa Awak di Ruang Udara yang Dilayani Indonesia.

Ada beberapa kawasan dan ruang udara yang tidak diperbolehkan untuk pengoperasian drone. Kemudian mengenai drone yang mengambil gambar melalui kamera, jika digunakan untuk kepentingan pemotretan, perfilman dan pemetaan, harus melampirkan surat izin dari institusi yang berwenang dan Pemerintah Daerah yang wilayahnya akan dipotret, difilmkan atau dipetakan. (din)