Puluhan Warga Wajo Berhaji Lewat Filipina

by

WAJO, Parepos.co.id —  Dari 177 Jamaah Calon Haji (JCH) asal Indonesia yang ditahan di Bandara Manila, Filipina, diduga ada yang berasal dari Kabupaten Wajo. Saat ini, Kementerian Agama (Kemenag) Wajo, sedang mencari informasi terkait adanya warga asal Sulsel yang ditahan Imigrasi Filipina. Seorang staf di bagian Haji, Kemenag Kabupaten Wajo, Suherman, Minggu, 21 Agustus, mengaku, mendengar kabar adanya JCH yang berangkat melalui negara Filipina. Namun, ia mengira, JCH itu, ONH Plus bukan reguler.

“Saya menduga ada orang Wajo, tapi travelnya harus ditanya. Pernah saya mendengar ada JCH lewat Filipina. Tapi bagaimana caranya, paspor apa yang dipakai,” katanya.

Sementara itu, sejumlah pengusaha travel di Kabupaten Wajo yang dicoba dikonfirmasi, namun belum ada yang mengakui jamaah yang dicegat di Filipina tersebut, merupakan JCH asal Wajo. Ia mengaku, tidak mengetahui travel yang digunakan untuk menunaikan ibadah haji.

“Tahun ini, kami tidak ada jamaah yang lewat di Filipina. Saya belum tau kalau ada orang Wajo. Hanya saja dengar kabar berita ada orang Wajo yang terlantar di Filipina,” kata Ustaz Asmar Lambo, Pengelola Aslam Tour.

Senada dengan pengelola haji dan umrah, Jesya Tour, H Muheimin mengatakan, tidak ada jamaahnya menunaikan ibadah haji yang melalui Filipina. Ia mengaku, mendapat informasi bahwa ada oknum yang biasanya mengurus haji lewat Filipina.

“Tidak ada jamaah saya lewat Filipina. Informasinya memang di Filipina itu, selalu memiliki kuota lebih. Nah kelebihan tersebut, terkadang dimanfaatkan. Saya dengar ada pengurus haji di Wajo yang memang pernah menggunakan jalur tersebut,” katanya.

Informasi yang diterima PARE POS dari sebuah sumber yang tidak mau ditulis identitasnya, menyebutkan bahwa sekitar 60 orang warga asal Kabupaten Wajo, menunaikan ibadah haji melalui Filipina.

Dia mengatakan, kurang lebih 60 orang warga Wajo di sana. Salah satu JCH yang merupakan korban adalah pasangan suami istri (Pasutri).
“Ada itu orang Wajo, kurang lebih 60 orang, kalau mau tau salah satu korban suami-istri,” kata salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, keluarga JCH yang diduga korban yang ditahan di Manila, Filipina, mengatakan, dirinya tidak mengetahui secara pasti terkait adanya JCH Indonesia yang dicegat Imigrasi Filipina, termasuk orang tuanya.

Dia mengatakan, selama orang tuanya berangkat menunaikan ibadah haji tidak ada lagi komunikasi. “Kurang tahu juga. Saat bapak berangkat, kita nggak akan ganggu karena mau fokus untuk beribadah, nggak ada informasi cuma kita lihat di televisi saja,” katanya. (ile/ril)