UU Perlindungan Guru Saatnya Dipikirkan – Pare Pos
Metro Pare

UU Perlindungan Guru Saatnya Dipikirkan

Ilustrasi

PAREPARE, Parepos.co.id —  Perlindungan terhadap guru sudah saatnya dibuatkan Undang-undang (UU). Itu menyusul banyaknya kasus yang menjerat guru dalam hal tindak pidana dalam menjalankan tugasnya. Baru-baru ini, seorang guru menjadi korban setelah dipukul olah orang tua siswa.  Kejadiannya di salah satu SMK di Kota Makassar. Kondisi tersebut semakin menguatkan guru dalam mencerdaskan anak bangsa sudah tak aman lagi.

Olehnya itu, Legislator Parepare, Andi Taufan Armas menilai sudah saatnya guru dilindungi dalam melaksanakan tanggung jawabnya. “Sudah saatnya  DPR RI memikirkan membuat undang-undang tentang perlindungan terhadap guru di Indonesia, tak terkecuali di Kota Parepare,” harap Andi Taufan Armas yang juga ketua Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD Parepare ini.

Dia mengatakan, kasus yang terjadi di Makassar tidak menutup kemungkinan bisa saja terjadi di Parepare. Sehingga secara tegas meminta kepada pemerintah melalui DPR RI untuk membuat undang-undang perlindungan guru.

“Ini untuk mengantisipasi, adanya orang tua semena-mena memukul guru atau pun seorang peserta didik.Dimana  guru adalah orang tua anak-anak kita di sekolah, bertanggung jawab kepada siswa, sehingga tidak bisa ada intervensi, apalagi jika harus dipukul, hanya persoalan sepele. Dan saya berharap hal ini tidak terjadi di Kota Parepare,” imbaunya.

Dia menyebutkan, regulasi tentang perlindungan guru tak cukup hanya dengan peraturan daerah (perda), melainkan harus dengan undang-undang perlindungan guru. “Jangan hanya perlindungan anak. Karena guru juga butuh pengamanan yang bertanggung jawab atas siswa di sekolah. Makanya harus dipikirkan secara nasional agar kejadian serupa tak terjadi lagi di negeri ini,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Parepare H Anwar Saad dihubungi terpisah mengatakan tidak dibenarkan hanya karena guru menegur siswanya, kemudian orang tua siswa atau siapapun memukul guru di sekolah. “Kami tidak setuju dengan adanya pemukulan tersebut. Saya kira sudah keterlaluan kalau ada pemukulan guru di sekolah,” jelas Anwar.

Dia menambahkan, tak boleh ada intervensi dan pemukulan terhadap guru, apalagi dilakukan oleh orang tua siswa.  “Seharusnya menjadi pertimbangan bagi orang tua siswa,  jika ingin memukul guru, karena justru gurunya bertanggung jawab terhadap siswa di sekolah,” tandasnya. (anj/sar)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!