4.000 Nelayan Diasuransikan

by

PINRANG, Parepos.co.id — Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pinrang, H Andi Budaya  Hamid mengatakan, nelayan butuh perlindungan karena risiko tinggi dalam melakukan pekerjaannya melaut.

Hal tersebut diungkapkan Andi Budaya dalam pertemuan koordinasi dengan para penyuluh  perikanan, kemarin. “Kita target 4.000 nelayan akan diasuransikan. Manfaatnya dapat mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan mereka,” kata Andi Budaya.

Saat ini, pihaknya sedang melakukan sosialisasi dan pendataan kepada masyarakat nelayan yang ada di wilayah pesisir Kabupaten Pinrang, seperti Kecamatan Suppa, Lanrisang, Mattirosompe, Cempa, Duampanua dan Kecamatan Lembang.

Kepala Bidang Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan Pinrang, Moh Nawawi mengatakan, pada 2016, sebanyak 4.000 nelayan yang ada di Kabupaten Pinrang diasuransikan. “Dengan asuransi selama satu tahun, nelayan akan terlindungi dengan memperoleh santunan jika terjadi kecelakaan dan meninggal dunia,” ungkap Nawawi.

Dijelaskan, nelayan mendapat jaminan santunan dari timbulnya risiko, jadi akan memberikan ketenteraman dan kenyamanan dalam bekerja. Selain itu, kesiapan pengetahuan dan sumberdaya untuk melanjutkan mekanisme pertanggungan asuransi secara mandiri dan swadaya, akan terus berkesinambungan.

Dijelaskan Nawawi, bantuan gratis asuransi kepada 4.000 nelayan ditujukan kepada nelayan kecil sebagai tertanggung dengan persyaratan, memiliki kartu tanda penduduk (KTP) suami/istri, kartu keluarga (KK) dan kartu nelayan (sudah masuk dalam database Direktorat kenelayanan), belum pernah mendapatkan bantuan asuransi, berusia 17-65 tahun dan memiliki tabungan yang masih aktif.

Adapun jaminan yang ditanggung, yaitu, nelayan yang mengalami kecelakaan dan memerlukan biaya pengobatan, mengalami cacat tetap, meninggal dunia karena kecelakaan dalam bekerja, dan nelayan meninggal dunia secara alami.  “Dengan bantuan asuransi bagi nelayan, kami harap nelayan dapat bekerja dengan tenteram dan nyaman, tanpa memikirkan risiko yang akan terjadi saat melaut. Selain itu, keluarga nelayan dapat tenang saat ditinggalkan bekerja,” pungkas Nawawi. (kontributor PARE POS/Abdul Aalam Atjo/lim)