IGI Buktikan Kompetensi Guru Meningkat

by

PAREPARE, Parepos.co.id — Sukses menggelar workshop Sagusanov pada 7 September lalu, kembali IGI (Ikatan Guru Indonesia) Kota Parepare melakukan gebrakan. Seminar Nasional yang bertema Meningkatkan Literasi Produktif Guru Berbasis IT terselenggara di Aula Dinas Pendidikan Parepare, Senin 19 September.

Menurut A. Wahyuni, Ketua Pelaksana dalam seminar tersebut, tema ini sengaja diambil karena guru harus semakin meningkatkan kompetensi dengan terus berliterasi terhadap kemajuan terutama literasi IT. Secara nasional Ikatan Guru Indonesia (IGI) juga berkomitmen terus memacu mutu guru sehingga guru-guru Indonesia semakin professional.

Seminar Nasional IGI ini dibuka Kepala Dinas Pendidikan Parepare H Anwar Saad SH MH. Dalam sambutannya, Anwar Saad mensupport penuh IGI Parepare untuk terus berkomitmen meningkatkan mutu guru-guru Parepare.

Secara khusus dia juga salut kepada Pengurus IGI Parepare yang baru saja resmi dilantik pada Agustus lalu, namun telah melaksanakan dua kegiatan besar yang diperuntukkan untuk kemajuan dunia pendidikan di Parepare.

“Silakan semua organisasi profesi guru yang resmi untuk terus menggenjot mutu guru-guru seperti Ikatan Guru Indonesia ini. Kami akan mendukung penuh,” katanya di hadapan lebih 170-an guru yang menghadiri seminar nasional.

Ketua IGI Parepare, Muh Syukur Salman dalam pengantarnya menegaskan bahwa IGI akan berusaha menolak anggapan bahwa tunjangan profesi yang diterima guru tidak serta merta meningkatkan kompetensinya. “Kita buktikan bahwa guru-guru di IGI terus meningkatkan kemampuan agar lebih profesional dengan ikut dalam workshop dan diklat serta belajar otodidak agar kompetensi mereka meningkat.Guru-guru di IGI akan menelorkan anak-anak bangsa yang berkualitas pula,” tegasnya.

Hal tersebut juga diperkuat dengan materi dan overview dari Ketua Umum IGI Pusat, Muh Ramli Rahim. Ramli Rahim mempresentasikan program kerja yang telah, sementara, dan akan dilaksanakan oleh IGI. Dalam presentasi itu, juga diperlihatkan pemanfaatan teknologi yang mendapat sambutan dari peserta seminar. Pemanfaatan tablet yang akan menggantikan laptop telah mulai dilakukan IGI.

Ketua Umum IGI mengungkapkan bahwa IGI daripada mengutuk kegelapan lebih baik menyalakan lilin. Ungkapan ini bermaksud bahwa IGI tidak hanya terus mencela atau mengkritik kebijakan atau regulasi dari pemerintah tetapi akan berusaha secara swadaya bekerja terutama meningkatkan kompetensi guru-guru.

Gerakan Satu Juta Guru terlatih Literasi Produktif akan diusahakan tercapai dalam waktu 5 tahun kedepan. Untuk itu, menurut Ramli Rahim, IGI Pusat akan menggelar Diklat ToT Literasi Produktif untuk 150 guru di Surabaya awal bulan depan. 150 guru itulah yang akan disebar ke seluruh Indonesia untuk melatih teman-teman guru. (dil/din)