Legislator NasDem Sesalkan Penarikan Dana Pasar Sumpang – Pare Pos
Metro Pare

Legislator NasDem Sesalkan Penarikan Dana Pasar Sumpang

Ilustrasi

PAREPARE, Parepos.co.id — Legislator NaDem Parepare, Heri Ahmadi menyesalkan penarikan dana pembangunan Pasar Sumpang sebesar Rp5,9 miliar oleh pemerintah pusat. Dia menilai, penarikan dana pusat tersebut tidak serta karena adanya masalah keuangan yang terjadi di pusat, tapi juga tidak terlepas keterlambatan penyerapan anggaran yang dilakukan pemerintah daerah melalui instansi terkait.

“Ini juga kesalahan pemda karena lambat menyerap anggaran, sehingga pusat menarik dana tersebut,” ungkap anggota Komisi I DPRD Parepare ini.

Dia mengatakan, penarikan dana tersebut oleh pusat menyebabkan proyek pembangunan Pasar Sumpang tertunda hingga tahun 2017.

“Ini saya anggap insiden dan ironis. Karena ULP sudah melakukan tender dan sudah ada pemenanganya, justru batal dikerjakan proyek Pasar Sumpang ini,” ungkapnya.

Heri pun mengaku kecewa dengan kondisi tersebut karena ditarik dana tersebut. Di sisi lain, kata dia,  DPRD sudah menetapkan APBD tepat waktu, tapi toh penyerapan anggaran di SKPD lambat. “Ini mencederai dan harus dijadikan pembelajaran, apalagi Pasar Sumpang sudah direncanakan,” katanya.

Kendati demikian, ia berharap agar pemerintah kota melalui instansi terkait melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat untuk pendanaan pembangunan Pasar Sumpang agar bisa direalisasikan di tahun 2017.

Sebelumnya, Wali Kota Parepare Dr HM Taufan Pawe SH MH saat memberikan sambutan di rapat Paripurna pengesahan KUA PPAS Perubahan APBD 2016 di Gedung DPRD Parepare, Senin, 26 September menyampaikan bahwa Pasar Sumpang yang sekarang sudah dilelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP), dengan terpaksa harus ditunda pembangunannya di tahun 2016,  dan akan dibangun tahun 2017 mendatang.

Penundaan tersebut lantaran adanya masalah keuangan di pusat, khususnya di Kementerian Perdagangan RI, sehingga mau tidak mau pengangaran pasar ini ditunda hingga 2017 mendatang. “Kementerian Perdagangan akan menganggarkan kembali pada 2017 mendatang,” katanya.

Wali kota pun perintahkan Sekda dan Kepala Dinas Perindagkop dan UKM segera melakukan konsultasi dengan kementerian terkait, sebab ini adalah preseden buruk. Sudah dilakukan tender, tiba-tiba anggarannya ditahan, karena gangguan keuangan di pusat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Dra HM Amir Sabbi MSi membenarkan hal tersebut, karena adanya perubahan penganggaran dari pusat, maka pembangunan Pasar Sumpang Minangae ditunda menjadi 2017.

“Pembangunannya tidak jalan di 2016, namun pembangunannya di 2017 mendatang,” katanya singkat.

Disebabkan karena adanya pengurangan anggaran di kementerian terkait, namun demikian pembangunan ini hanya ditunda saja, tetap dilakukan pembangunan Pasar Sumpang di 2017. “Pembangunan tetap dilakukan 2017, hanya ditunda saja,” tandasnya. (sar)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!