Manfaatkan Promosi via Medsos

by

PAREPARE, Parepos.co.id —¬†Masyarakat saat ini mulai melirik promosi via media sosial (Medsos), dengan memanfaatkan jaringan internet mengunduh sejumlah aplikasi untuk dijadikan ajang promosi barang dagangan maupun jasa.

Sejumlah aplikasi yang banyak dimanfaatkan sebagai ajang promosi adalah Facebook, Instagram, Twitter dan lain-lain. Meski demikian, masyarakat di wilayah Ajatappareng dinilai masih rendah pemanfaatan Medsos dibanding di kota-kota besar.

Meski demikian, perkembangan promosi via Medsos ini akan terus berkembang seiring dengan kecanggihan teknologi. Selain promosi via konfensional seperti baliho, iklan media dan brosur. Promosi via Medsos menjadi salah satu penunjang, selain promosi secara konfensional,” ujar Ahmad Rizal, satu pengguna Medsos untuk promosi properti.

Bekerja sebagai pemasaran properti dan tanah kapling, Ahmad mengaku cukup terbantu. Selain memang karena masyarakat mulai sadar bahwa investasi rumah maupun tanah kapling sudah jadi kebutuhan, Media sosial juga cukup mudah digunakan untuk menyebarkan informasi.

“Pertama memang investasi properti mulai disadari banyak kalangan. Kedua perkembangan IT, gadget dan dunia maya yang seakan tanpa batas,” urainya, Minggu, 4 September.

Meski tanpa pengalaman kerja di bidang itu, Ahmad terbilang nekat memulai usahanya. Namun dengan modal kerja keras, percaya diri dan ketekunan, alumni Universitas Muhammadiyah Parepare itu bisa dikatakan telah sukses merintis jasa promosi properti via Medsos.

Saat ini, meski terbilang baru Ahmad berhasil menjual sejumlah tanah kapling dan BTN di kawasan Ajatappareng.

“Yang paling berkesan adalah mempromosikan tanah kapling di salah satu kawasan yang cukup terpencil. Meski demikian, tanah itu habis terjual meski ditawarkan dengan harga standar,” beber Ahmad.

Ahmad membagikan tipsnya merintis usaha tersebut. Menurutnya, meski tanpa pengalaman, akan sangat baik jika punya modal sosial yang tinggi, pergaulan dan relasi luas. Selain itu juga mesti mendalami dengan baik teori jasa promisi.

“Saat ini saya mendapat sejumlah tawaran manajer properti yang lain. Itu bukti bahwa kini profesi seperti ini sudah bisa ditekuni serius, bahkan bisa dikembangkan lebih jauh. Kemungkinan-kemungkinan model jasa promosi sangat banyak, seiring perkembangan teknologi dan zaman,” bebernya. (ris/din)