Panen Udang Panamae Capai 15 Ton per Hektare

by

MATRA, Parepos.co.id — Bupati Mamuju Utara (Matra) Ir Agus Ambo Djiwa menghadiri panen perdana udang panamae di Desa Sarjo, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Matra.
Tambak yang dipanen adalah binaan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Matra dengan produksi 15 ton per hektare.

Pengelola tambak Muslimin mengatakan, panen perdana udang paname ini seluas 8 hektare.

“Panen kali ini adalah panen persial pertama dengan hasil 5 ton setengah. Setelah panen kedua ini sebanyak tujuh petak dengan hasil tiga ton setengah sebagaimana per petaknya 500 kilogram yang ditargetkan, kita mampu mencapai tiga ton per petak,” kata Muslimin. Muslimin optimis panen kali ini akan mencapai target.

Hasil panen dibeli langsung pengusaha Makassar H Nurdin.
“Untuk harga per kilonya dengan size 30 ini harga sekitar Rp60 ribu sampai Rp 90 ribu perkilogram. Selain itu, hadir juga investor ini dari Jakarta Hasan Wijaya,yang hampir 30 tahun mengelola udang paname sehingga secara perawatan tentu baik,” ungkap Muslimin.

Panen udang panamae dihadiri Bupati Matra Ir H Agus Ambo Djiwa MP didampingi Kadis Perikanan dan Kelautan Ir Abbas MSi, Asisten II Bidang Administrasi Ekonomi dan
Pembangunan Drs Irfan Rusli Sadek M.Si, Kasubag Dokumentasi Muh Azis SH dan staf.

Bupati mengatakan, setiap hektarenya dibuat menjadi tiga petak, sehingga hasil panen diperkirakan satu petak tiga ton.

“Satu petak berarti 1.000 meter, berarti lima petak dalam satu hektare, lima petak 15 ton, satu hektare kali 60.000 per kilogram. Hasil tersebut tentu petambak sejahtera, kalau ini kita lakukan dan kita kembangkan, tentunya dengan harapan partisipasi dukungan pemerintah pusat, apa yang direncanakan untuk menjadikan dan mengembangkan udang panamae di Sulbar kita bisa wujudkan di Matra,” katanya.

Bupati mengatakan, pengembangan udang panamae jika dikelola dengan cara tradisional tidak maksimal, sehingga Pemkab dengan dukungan pemerintah pusat diharapkan lebih mengembangkan dan lebih didorong dengan potensi tiga belas ribu hektare.

“Kalau itu akan dimaksimalkan itu, penghasilan petambak mencapai triliunan di Matra,” kata Bupati. Agus menambahkan, pemerintah tentu merencanakan menjadikan Matra sebagai sentral dan ikon produksi udang panamae di Indonesia ini.

“Sehingga pelan-pelan kita pemerintah daerah merencanakan, memprogramkannya, tentu dengan harapan menjadi komitmen perhatian pemerintah pusat, karena tanpa dukungan pemerintah pusat, tidak mungkin tercapai. Hari ini kita panen besar, panen parsial kedua, luar biasa dalam satu petak sudah 3 ton. Untuk satu petak itu 2.000 meter per segi.

Berarti produksinya 15 ton dalam satu hektare itu luar biasa. Olehnya itu, daerah kita daerah pesisir, dianggap dengan fase kemiskinan, kita merubah fase kemiskinan menjadi fase dollar,” pungkasnya. (bur/rif)