Perusahaan Sawit Dinilai Langgar Pergub

by

MAMUJU, Parepos.co.id —¬†Pemprov Sulbar dinilai tidak memiliki wibawa di hadapan pengusaha sawit. Hal itu terungkap dalam sidang paripurna DPRD Provinsi Sulbar yang membahas ranperda kelembagaan dan LKPJ.

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Sulbar Syamsul Samad, juga dihadiri Wakil Gubernur Sulbar, Aladin S Mengga.

Saat rapat anggota DPRD Sulbar, Rayu SE melakukan interupsi. Rayu menganggap, pemerintah dalam hal ini eksekutif tidak memiliki wibawa.

Sebab sudah dilecehkan oleh perusahaan kelapa sawit yakni Astra Grup yakni PT Mamuang, PT Letawa, PT Pasangkayu, PT Surya Raya I, PT Surya Raya II dan PT Unggul Widya Teknologi Lestari, PT Manakarra Unggul Lestari.

“Perusahaan sawit Astra Grup dan Unggul Grup telah melecehkan pemerintah dalam hal ini eksekutif. Sebab tidak memiliki daya dalam hal penetapan harga Tandang Buah Segar (TBS) yang mencekik para petani. Perusahaan tidak mau membayar sesuai ketetapan pemerintah yang telah ditetapkan secara bersama,” katanya.

Rayu menanyakan sikap eksekutif yang tak berdaya terhadap kesewenang-wenangan perusahaan, yang tidak taat pada aturan. Padahal sudah ada Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur.

“Sangat jelas perusahaan melanggar aturan yang telah dibuat secara bersama-sama juga disepakati oleh semua pihak perusahaan, yakni Peraturan Gubernur Nomor 12 Tahun 2016 yang menetapkan harga tidak boleh di bawah indeks K 80%. Dimana bulan kemarin ditetapkan harga Rp1.331,61 namun perusahaan sawit hanya membayar Rp1.223. Sungguh sangat ironis kita dilecehkan,” kata Rayu.

Menurutnya, perusahaan tidak boleh semena-mena karena dalam Pergub jelas dan mereka tidak taat. “Untuk itu, izin operasionalnya dicabut, pemerintah harus tegas,” pungkasnya. (yus/rif)