Pondok Pesantren DDI Lilbanat, Tanamkan Kecerdasan Iman dan Takwa – Pare Pos
Pendidikan

Pondok Pesantren DDI Lilbanat, Tanamkan Kecerdasan Iman dan Takwa

Hasruddin/parepos.co.id -- Pengembangan karakter. Santri Ponpes Lilbanat sedang mengikuti kegiatan Pengembangan Karakter Siswa yang bekerja sama Universitas Muslim Indonesia, 17 September.

PAREPARE, Parepos.co.id — Pondok Pesantren (Ponpes) adalah lembaga tertua di Indonesia, yang telah banyak berperan dalam mencerdaskan masyarakat terutama pembinaan keimanan dan ketaqwaan (kecerdasan spiritual), disamping kecerdasan Intelektual, kecerdasan Emosional dan kecerdasan Partisipatif (Konasi).

Peran strategis Pondok Pesantren tersebut menjadi modal dasar dan acuan dalam upaya pembinaan dan pengembangan Pondok Pesantren Putri DDI Parepare. Ini diungkapkan Ketua Madrasah Lilbanat Parepare, Syaiful Mahsan, baru-baru ini.

Menurut Syaiful Mahsan, Pondok Pesantren ini, hadir sejak al-Marhum Gurutta K.H. Abd. Rahman Ambo Dalle bersama santri putra menempati Pondok Pesantren Manahilil Ulum Addariyah DDI Kaballangan Kabupaten Pinrang pada tahun 1979, kepemimpinan dan pengembangannya diserahkan kepada Prof. Dr. H. Abd Muiz Kabry. Pada masa kepemimpinan beliau inilah Pondok Pesantren Putri DDI Parepare mengalami kemajuan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas santri, tenaga pengajar, proses pembelajaran, serta sarana dan prasarana Pondok Pesantren.

Dengan visi ‘Menyiapkan Sumber Daya Manusia Yang Religius Cerdas, Trampil, Mandiri dan Berwawasan Luas Kedepan’. Dan misi menyelenggarakan pendidikan yang terjangkau berdaya
saing dan marketable. Mengembangkan pendidikan yang memadukan kemantapan imtaq, kedalaman ilmu, Akhlak al-karimah dan keluasan wawasan. Dan membekali santri dengan keterampilan kerja, semangat  kompetitif dan jiwa wirausaha. Pondok Pesantren ini semakin berkembang walau kini telah ditinggal Prof Muiz Kabry.

Sistern pendidikan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Putri DDI Parepare diselenggarakan dua bentuk kegiatan, yakni Pendidikan Formal, yaitu penerapan pendidikan yang berpedoman pada Kurikulum Nasional (Kurnas) dan Kurikulum Lokal (Kurlok) disetiap jenjang pendidikan yangada. Dan pendidikan non formal dalam bentuk pengajian ilmu agar dan ilmu terapan lainnya, yang, pelaksanaanya diluar jam pelajaran formal.

Ponpes ini memmiliki pendidikan formal lengkap untuk semua tingkatan, mulai dari Raudhatul Athfal/Taman kanak-kanak, Madrasah Iptidaiyah atau MI/SD, Madrasah Diniyah Awaliyah, Madrasah Tsanawiyah atau MTs/SMP, Madrasah Aliyah atau MA/SMA/SMK, dan Sekolah Tinggi Agama Islam.

Sedangkan pendidikan non formal terdapat sembilan bagian, yakni Taman Pengajian Alquran, Tafaqqahu fi Din / Pengkajian Ilmu Agama (Salafiah), Hafidzul Quran, Tilawah, Lingkar kalam Kaligrafi, Extra Love IT (ELIT), Pendidikan dan pelatihan komputer, Pelatihan bahasa Arab/Inggris, Latihan Dakwah/ Mukhadarah (Arab,Inggris,Indonesia dan Bugis)

Terdapat pula kegitan ekstra kurikuler, diantaranya, Latihan Kepemimpinan dan Jurnalistikk, Marching Band, Keperamukaan, Kesenian dan Beladiri.

Dalam pengembangan visi dan misi, Pondok Pesantren DDI Parepare melibatkan 130 orang dari berbagai disiplin ilmu dan lembaga pendidikan baik dari dalam maupun luar negeri seprti STAI DDI, IAIN, UNHAS, UNM, UGM, ASHAR UNIVERSITY, dan SUDAN. Didukung dengan jenjang pendidikan yang sangat memadai, tenaga pendidik diantaranya berpendidikan S3 (Doktor), (Master/Magister) dan ratusan tenaga SI (Sarjana).

“Sejak tahun 1984 sampai sekarang selalu mengirimkan tenaga pengajar sebagai penutur asli (nativ speaker) ke Pondok Pesantren Putri DDI Parepare untuk jurusan bahasa,” katanya.

Pondok pesantren yang terletak di jalan Abu Bakar Lambogo ini memiliki sarana dan prasarana memadai, termasuk asrama atau pondok untuk guru dan sntri, Masjid, Laboratorium dan ruang praktek untuk sejumlah jurusan lainnya. (mg9/din)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!