Sandera Parepare Dibarter Makanan

by
  • Sisa Warga Enrekang di Tangan Abu Sayyaf

PAREPARE, Parepos.co.id — Setelah menunggu selama 99 hari, akhirnya warga Parepare Mabrur Dahri yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina, dibebaskan, Sabtu, 24 September. Bersama Mabrur Dahri juga dibebaskan seorang sandera lainnya, asal Palopo, Edy Suryono.

Keduanya dibebaskan oleh Kivlan Zein dan Nur Mizuari, pejuang Moro di Filipina. Uniknya, pembebasan dua sandera ini tidak disertai dengan tebusan uang, barang berharga, ataupun negosiasi alot.

Melainkan hanya barter logistik berupa makanan dan pakaian. Kivlan Zein mengaku, jika kelompok Abu Sayyaf minta tebusan jutaan peso, tapi mereka tidak diberikan.

“Kami hanya berikan makanan dan pakaian untuk dibarter dengan dua sandera,” ungkap Kivlan Zein seperti dikutip Jawa Pos (Grup PARE POS).

Atas pembebasan dua sandera ini, kini sandera WNI (warga negara Indonesia) yang masih berada di tangan Abu Sayyaf tersisa tiga dua rang, yakni Peter, Ferry Arifin dan Muh Nasir. Nasir disebutkan warga Sulsel yang berasal dari Enrekang.

Para ABK TB Charles ditangkap pada 23 Juni lalu. Teman sejawat dari Muh Mabrur dan Edi Suryono tersebut saat ini disekap oleh dua faksi berbeda.

Robin Piter dan M Nasir saat ini diakui dibawa oleh faksi Al Habsy. Sedangkan, Ferry Arifin, dibawa oleh faksi lain yang belum diketahui identitasnya. Sebelumnya dikabarkan  Al Habsy, pimpinan faksi yang menahan Piter dan Nasir, tewas ditembak tentara Filipina.

Sebelumnya, Muhammad Mabrur yang diwawancara dengan Metrotv, meminta pihak  perusahaan, tempat dirinya bekerja agar bertanggung jawab atas musibah yang menimpa dirinya.

“Sudah tiga bulan kami disandera. Kami ini memohon bantuan tolong disampaikan ke perusahan,  bantu kami bu,” katanya.
Sedangkan Feri Suryono,  berharap bantuan perusahaan agar peduli nasib sandera. “Kami juga meminta pemerintah membantu membebaskan. Kami mohon  perusahaan yang pekerjakan kami, bebaskan kami,” katanya.

Pantauan  PARE POS di kediaman tante Mabrur, Nirwana, terlihat lengang, tidak ada aktivitas di rumah yang terletak di Jalan Ajatappareng, Kelurahan Kampung Pisang, Kota Parepare.

“Ibu Nirwana keluar dek. Tadi juga banyak temanta datang ke sini,” kata, tetangga Nirwana.

Sebelumnya, empat Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi sandera kelompok Abu Sayyaf dikabarkan telah tiba di Tanah Air. Mereka sebelumnya telah dibebaskan sejak beberapa hari lalu.

Keempat WNI berhasil dibebaskan dalam waktu yang berbeda. 3 nelayan asal NTT yakni Theodorus Kopong, asal Flores, Lorens Koten, asal Nunukan,  Kalimantan Utara, Emanuel Arakian asal Nunukan, terlebih dahulu dibebaskan pada hari Minggu, 18 September.

Menyusul kemudian satu WNI bebas yang diketahui bernama Herman Manggak. Dilaporkan, Herman Bin Manggak,  asal Bulukumba dibebaskan dengan bantuan dari militer Filipina. (mn9/ril)