Santri Lilbanat Pengembangan Karakter

by

PAREPARE, Parepos.co.id — Madrasah DDI Lilbanat Parepare kerjasama Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar mengajari santri terkait karakter. Para santri diharapkan memahami dan menanamkan nilai karakter.

Ketua LPDKI UMI Dr HM Ishaq Shamad MA saat membawakan materi menyakini siswi yang tergabung dalam Ponpes DDI Lilbanat memahami agama islam yang lebih dalam, berkata dan berprilaku sesuai tuntunan seorang mumin beriman.

“Sebagai umat islam jangan saling merendahkan, sebab belum tentu yang kita rendahkan lebih baik dari pada kita,” ungkapnya saat membawakan materi di Masjid Pesantren Lilbanat, 17 September.

Lebih lanjut Ishaq mencontohkan, ibaratkan diri sebagai kendaran bisa mematuhi peraturan atau rambu-rambu lalu lintas, seperti dilarang belok kiri, dilarang berhenti, dilarang parkir di sini dan lain-lain. Sama dengan agama Islam, mengajarkan untuk mematuhi rambu-rambu yang yang telah ditetapkan, misalnya jangan pernah bersinah, menutup aurat dan lain-lain.

Menurutnya, peran strategis Pondok Pesantren tersebut menjadi modal dasar dan acuan dalam upaya pembinaan dan pengembangan Pondok Pesantren Putri DDI Parepare.

Sementara Ketua Madrasah Lil Banat Parepare Syaiful Mahsan menyampaikan, usai penyampaian materi terkait siswa berkarakter berdasarkan tuntunan Islam. Para santri atau siswi yang terdiri dari kelas X-XII tersebut, dituntun untuk merenungkan masalalu agar lebih baik dimasa mendatang atau muhasabah.

Muhasabah ini guna membantu santri mengetahui kesalahan yang pernah dilakukan, dan pada akhirnya bisa mengubah kerakter ke yang lebih baik. “Dengan ini kami berharap agar para siswi merenungkan apa kesalahan yang biasa dilakukan dan peserta juga larut dalam suasana zikir dan renungan,” ungkap.

Lebih lanjut dijelaskan Syaiful bahwa Dr Ishaq Shamad dalam menyajikan materi menggunakan multi media dan multi metode, diantaranya presentasi video, power point, games, kuis, think pair share, dan lain-lain. Kemudian diakhiri dengan renungan, zikir dan doa.

Selain itu, diajak untuk selalu berusaha keras dan belajar keras untuk meraih tujuan hidup (cita-cita). Bahkan diminta meningkatkan kepercayaan diri, berpikiran terbuka, jujur, dan tahan terhadap godaan, terutama godaan nafsu dalam pergaulan muda-mudi. (mg9/din)