Sepak Bola Lolos Semifinal, Silat Puasa Medali – Pare Pos
Metro Pare

Sepak Bola Lolos Semifinal, Silat Puasa Medali

LOLOS SEMIFINAL. Tim keseblasan Sulsel, sebelum bertanding melawan juara bertahan Kaltim. Sulsel lolos ke semifinal.
  • Muh Yusuf MR
    Melaporkan dari Bandung

    Hari Ini, Berhadapan Sumsel

BANDUNG, Parepos.co.id — Tim sepakbola Sulawesi Selatan (Sulsel) akhirnya lolos ke semifinal, Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat (Jabar) 2016 usai mengalahkan juara bertahan Kalimantan Timur (Kaltim) 1-0 di Stadion Patriot, Bekasi, Sabtu, 24 Sepetember.

Gol semata wayang tim Sulsel dicetak oleh pemain  timnas U-19 di Piala AFF 2016, Asnawi Mangkualam Bahar di menit 50. Lolos ke semifinal, merupakan prestasi tersendiri bagi tim besutan Syamsuddin Umar tersebut.

Prestasi tertinggi Sulsel di cabang sepak bola yakni meraih perunggu pada PON 1977. Saat itu, Syamsuddin masih tercatat sebagai gelandang tim sepak bola Sulsel.

Syamsuddin umar mengatakan, kemenangan ini dipersembahkan untuk masyarakat Sulsel, yang telah lama menunggu cabang sepak bola kembali berprestasi.

Mantan pelatih yang pernah membawa  PSM Makassar juara Liga Indonesia di era 1999/2000 itu mengapresiasi kejelian Asnawi melihat celah di lini belakang Kaltim. “Kami bersyukur bisa menang,” katanya.

Pertandingan sempat tertunda selama 40 menit saat laga berjalan 20 menit karena hujan deras yang mengguyur membuat lapangan Stadion Patriot tergenang.

Di semifinal, tim Sulsel akan berhadapan dengan tim Sumatera Selatan, Senin, 26 September, (hari ini). Di partai lain tuan rumah Jabar akan berhadapan kesebelasan Papua.

Syamsuddin Umar, enggan berkomentar banyak soal peluang Sulsel di semifinal. Ia mengaku, fokus menjaga stamina dan kekompakan pemain. “Mudah-mudahan pemain tetap fit, karena dalam 10 hari kami sudah main enam partai,” katanya.

Sementara, asisten pelatih tim Kaltim Rahmat Hidayat mengatakan, pihaknya menerima kekalahan dari Sulsel. “Kami sudah maksimal, kami kecolongan di awal babak kedua, mereka bermain cerdas,” jelasnya.

Sementara itu, di cabang olahraga pencak silat, kontingen Sulsel, harus puasa medali. Sulsel mengirim 11 atlet pada pelaksanaan multi ivent empat tahunan tersebut, tak satupun yang berhasil merebut medali.

Pelatih silat Sulsel Muhammad Arham mengatakan khusus untuk pertandingan silat di PON Jabar, Sulsel sudah tidak lolos. Arham mengaku, ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil buruk yang diraih tim silat Sulsel.

“Tidak ada medali dari cabang silat, kami hanya jago prosesnya, hasilnya adalah ditentukan sang penentu. Hampir semua venue penuh kecurangan wasit juri dan tidak sportif,” jelas Arham.

Sejak awal tim silat Sulsel sudah melakukan protes saat pengundian. “Kami sudah protes karena pengundian menggunakan komputer ataa digital. Entah ini settingan atau bukan, kenyataannya di babak penyisihan tidak ada satupun tim asal Pulau Jawa yang ketemu,” kata Arham.

Ia menilai, wasit juri di cabang silat sangat subjektif dan penilaiannya  tertutup. “Selama penilaian seperti ini pastilah banyak atlet yang terzalimi,” jelas Arham.

Penyebab lain, kata dia, dari internal di Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sulsel. “Ada juga faktor internal, tapi atlet kami tetap semangat,” katanya, tanpa menyebut penyebabnya, secara detail.

Di cabang silat, Sulsel menurunkan masing-masing kelas tunggal putra yakni Awaluddin pada kelas A, johan (kelas B), Hamuddin (kelas C), Baso Ridwanto (kelas D), Saiful (kelas E), Ahmad Sidiq M (kelas F) dan kelas ganda putra yakni Anjas Yordan dan Muh Akbar. Sementara atlet putri yakni Purnamasari (kelas E) dan kelas ganda yakni pasangan Atitah dan Fitriah.

Hingga saat ini, Sulsel baru mengantongi 8 emas, 15 Perak, dan 13 Perunggu. Kondisi itu, mimpi untuk lolos di peringkat lima sangat berat. (*/ril)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!