Jelang UNBK, SMAN 1 Kekurangan 58 Komputer – Pare Pos
Pendidikan

Jelang UNBK, SMAN 1 Kekurangan 58 Komputer

SMAN 1 PAREPARE. Gedung SMAN 1 Parepare dari depan. Sekolah model ini tengah disorot isu pungutan pembayaran Rp450 ribu per siswa untuk membeli komputer, namun dibantah pihak sekolah.

Usulan Sumbang Rp450 Ribu per Siswa Tuai Protes

PAREPARE, Parepos.co.id — Menjelang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), SMAN 1 Parepare diketahui belum memiliki sarana yang lengkap. Pihak sekolah mengundang orang tua siswa terkait rencana simulasi UNBK dan menyampaikan terkait kekurangan jumlah komputer.

Pasca pertemuan tersebut muncul sorotan dari masyarakat terkait adanya isu pungutan sebesar Rp450 ribu dari pihak sekolah untuk menutupi kekurangan komputer sebanyak 58 unit. Salah satu orang siswa yang enggan namanya disebutkan mengaku heran adanya pembayaran per siswa sebesar Rp450 ribu tersebut.

Pihak sekolah yang dikonfirmasi terkait isu tersebut membantah. Kepala SMAN 1 Parepare Drs Ermin Umar menerangkan, munculnya pendapat bahwa seluruh kelas XII wajib membayar Rp450 ribu per siswa untuk pengadaan komputer tersebut membuat pihak sekolah bingung.

“Itu tidak benar, kemarin kita rapat dengan orang tua siswa mau simulasi UNB bahwa kondisi saat ini memang kita kekurangan komputer, dalam forum tersebut banyak yang berpendapat, bahwa yang dipinjam laptopnya bervirus, rusak dan sebagainya. Lalu muncul pendapat salah satu orang tua siswa setelah mengkalkulasi dari jumlah siswa Rp450 ribu persiswa bisa untuk pengadaan komputer itu,” jelasnya.

Menurutnya, belum ada kesepakatan soal wajib atau tidaknya dari pendapat yang dikemukakan salah satu orang tua siswa tersebut. Dia menjelaskan kondisi komputer di SMAN 1 Parepare sebanyak 75 unit. Bila dikalkulasi, saat ini terdapat 382 siswa kelas XII, bila dibagi tiga shift menjadi 128 per shift. Sehingga sekolah masih kekurangan 58 unit.

“Supaya diluruskan, ada orang tua siswa mengkalkulasi kelas XII untuk pengadaan komputer itu dari orang tua sendiri, kita tidak mau membebani orang tua, sampai akhir kesepakatan besaran yang disumbangkan dari orang tua sendiri,” kilahnya.

Dia pun mengaku akan menyurati kembali orang tua siswa untuk meluruskan hal tersebut, karena banyaknya perbincangan yang tidak benar terjadi, dia menyebutkan bahwa tidak ada kesepakatan untuk sumbangan yang diwajibkan.

“Saya akan koordinasi kembali dengan komite dengan orang tua. Bicarakan kembali mengenai kesepakatan itu, yang muncul 450 ribu itu, akan kami kaji ulang lagi, sebelum menjadi masalah yang lebih besar lagi, rencananya untuk anak yang ujian nanti untuk dibekali sendiri anaknya dengan laptop masing-masing,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Komite SMAN 1 Parepare, Syamsul La Tanro mengaku tidak mengetahui adanya kebijakan untuk membebankan pembayaran kepada siswa.

“Saya tidak pernah dilibatkan soal itu, jadi saya tidak tahu menahu adanya pembayaran seperti itu,” katanya saat dikonfirmasi melalui selulernya, Rabu 9 November.

Bila itu benar, dia mengaku menyesalkan kebijakan tersebut yang memberatkan siswa dan orang tua siswa untuk kebutuhan sekolah.

“Nanti saya cek, memang suda ada beberapa informasi terkait masalah itu, nanti kami sikapi soal itu,” tandasnya. (dil-mon/din)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!