Keluarga Sandera Diharap Bersabar

by

MAJENE, Parepos.co.id-Kapolda Sulbar, Brigjen Polisi Lukman Wahyu Hariyanto mengharapkan kepada keluarga korban sandera yang diduga dilakukan kelompok militan di perairan Filipina untuk bersabar. Hal itu disampaikan Kapolda saat melakukan kunjungan ke keluarga korban sandera, Rabu 23 November. Kapolda didampingi Kasrem 142 Tatag, Letkol Inf Priono. “Tabah menghadapi cobaan dan senantiasa berdoa memohon kepada Allah SWT, semoga korban bisa kembali dengan selamat. Serahkan kepada pemerintah, dan yakin pemerintah akan berusaha mencari solusinya. Tapi hal ini harus dicek kebenarannya,” ujar Lukman.
Selain Kasrem 142 Tatag, dan Kapolda Sulbar, juga hadir Wakil Bupati Majene, Lukman MPd, Dandim 1401/Majene Letkol Inf Rahman, Kapolres Majene, AKBP Grendie Teguh Pidegso, perwira Kodim dan Polres. Rombongan diterima istri korban dugaan penyanderaan, Hasmira dan keluarga. Kasus sandera yang dialami dua warga Dusun Poniang , Desa Tallu Banua, Kecamatan Sendana, Safaruddin dan Syawal yang diduga disandera di perairan Filipina mengundang perhatian publik. Termasuk Polda Sulbar dan Korem 142/Tatag.
Safaruddin dan Syawal, diduga diculik saat bekerja mencari ikan di perbatasan Filipina dan Malaysia. Safaruddin dan Syawal merupakan Kapten dan Wakil Kapten kapal Tsam Kim Yuk, perusahaan pelayaran asal Malaysia.
Kapal yang berbendera Malaysia yang dinahkodai Safaruddin sedang jangkar di perairan Sabah, tiba-tiba ada kapal mengadang. Saat ini, belum diketahui alasan dan identitas penyandera. Namun diduga, penyandera adalah kelompok militan Abu Sayyaf. (penrem 142/tatag)