Selepas Ngaji, Santri Belajar Berternak – Pare Pos
Pendidikan

Selepas Ngaji, Santri Belajar Berternak

Dilla/Parepos.co.id -- SANTRI BETERNAK. Para santri pondok pesantren Al Badar Bilalange Kota Parepare juga belajar beternak, setelah aktivitas mengaji.

Pondok Pesantren Al Badar Bilalange Parepare

PAREPARE, Parepos.co.id —  Ngajar, ngaji, ngarit perpaduan belajar mengajar, mengaji dan kerja cocok untuk pondok pesantren ini. Pondok Pesantren Al-Badar Bilalange Kota Parepare selain ilmu agama juga belajar berternak.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Badar Bilalang Parepare Nasrulhaq Muiz Kabry, mengatakan, melalui unit peternakan yang dimiliki, pesantren memanfaatkan potensi yang ada dengan mengagregasi lahan yang ada di sekitar pesantren.

“Yang sedikit berbeda dengan peternak sapi yang dikembangkan masyarakat pada umumnya, mulai tahun ini ternak sapi yang ada di Pondok Pesantren Al-Badar dikandangkan dengan pola pembiakan maupun penggemukan sapi bali, pembina dan santri dilibatkan dalam kegiatan ini,” jelasnya.

Dia menjelaskan pengandangan tersebut akan membutuhkan resources pakan ternak berupa rumput yang tidak sedikit, Bidang Peternakan Pondok Pesantren Al-Badar yang dikelola oleh Ustadz Nasruddin dan Ustadz Masyhuri telah berupaya dan berhasil menyediakan area pakan seluas dua hektare yang ditanami rumput gajah untuk meng-cover kebutuhan makanan ternak.

“Dalam hal pengelolaan, melibatkan santri untuk bersama sama sekaligus menjadi media pembelajaran wirausaha bagi mereka, Santri dilibatkan dalam hal pengelolaan sehari hari selain memang sudah ada penggembala dan petugas yang menangani secara intensif. Setelah mereka lepas dari aktifitas belajar dan mengaji barulah mereka terlibat belajar berternak,” jelasnya.

Dia menambahkan, dengan beternak sapi berharap pesantren menjadi salah satu sumber ekonomi, yang akan menjadikan Pondok Pesantren Al-Badar lebih mandiri.

“Ya Syukur Alhamdulillah kami bisa melakukan transformasi dari pola beternak gembala ke pola kandang. Walaupun kendala tetap ada sebab kita masih belum memiliki kendaraan angkut dan mesin pengolah pakan ternak rumput gajah, jadi sejauh ini masih dengan cara konvesional,” katanya.

Kendala yang juga dihadapi peternak pada umumnya adalah pencurian ternak yang pada waktu tertentu intensitasnya meningkat, diapun berharap kedepannya pesantren dapat membangun kemitraan dengan berbagai pihak.

“Kebutuhan daging sapi dari tahun ke tahun semakin meningkat, utamanya untuk kebutuhan berkurban, semoga kita bisa berkontribusi juga dalam hal ini,” tandasnya. (dil/din)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!