Panti Rehabilitasi Sosial Raih Sertifikat ISO 9001:2015 SMM

by

JAKARTA,Parepos.co.id– Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, panti yang sudah memiliki prestasi dalam pelayanan rehabilitasi sosial akan diajukan untuk diuji standarnya ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). “Panti di Magelang pernah meraih penghargaan, sedangkan panti di Sragen mendapatkan penghargaan PBB untuk Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT), ” ujar Mensos usai pelantikan pejabat eselon II Kementerian Sosial di Gedung Aneka Bhakti, Salemba, Jakarta, kemarin.

Bila persiapan cukup, kata Mensos,  mudah-mudahan bisa diusulkan ke PBB. Pasalnya, untuk bisa mengikuti pengajuan ke PBB terlebih dulu harus mengikuti proses semacam seleksi di tingkat ASEAN kemudian Asia. “Kita ikhtiarkan dan mendapatkan sertifikat ISO serta didaftarkan ke PBB sebagai bagian dari pelayanan sosial yang standarnya sudah diakui dan mengikuti standar internasional, ” ucapnya. Sebelumnya akan dicek dan pada Oktober lalu sudah masuk di tingkat Asia, mungkin Mei nanti atau setelah Oktober – November baru selesai dan akan diteruskan lagi ke PBB. “Perlu dipahami di sini, bahwa yang dicari bukan ISO, tetapi adanya peningkatan pelayanan publik dari panti-panti di jajaran Kementerian Sosial (Kemensos), ” katanya.

Diperlukan lembaga untuk mengukur standar pelayanan publik. Salah satunya ISO yang memberikan penilaian layanan publik di 3 panti Kemensos yang telah meraih ISO 9001: 2015 Sistem Manajemen Mutu (SMM). “Kriteria penilaian mulai dari pelayanan dalam panti, lalu bagaimana rekrutmen Penerima Manfaat (PM), masuk asrama hingga proses rehabilitasi netra selesai. Itulah yang dinilai untuk mendapatkan sertifikat ISO, ” tandasnya. Proses sertifikat ISO kurang lebih memakan waktu 5 bulan. Terdiri dari, satu bulan untuk proses audit dengan mengajukan langsung, kemudian dikasih pelatihan selama kurang lebih 4 bulan. “Form-form diupdate sesuai dengan standar Internasional Eropa. Lalu, setelah kurang lebih sebulan diaudit. Baru mendapatkan hasil audit dan alhamdulilalh lulus mendapatkan sertifikat ISO, ” tandasnya.

Jenis sertifikat ISO itu banyak versinya. Namun, untuk di panti sosial itu lebih pada manajemen layanan rehabilitas kepada penerima manfaat,  yaitu ISO 9001:2015 versi yang terbaru. “Sertifikat ISO 9001:2015 menjadikan bentuk layanan rehabilitasi terupdate di tiga panti rehabilitas sosial tersebut. Dampak positif setelah meraih ISO akan mempermudah kerja sama dengan berbagai lembaga lain,” pungkasnya.(ade)