Wow.. Pekan Depan Kemensos Luncurkan e-Warong di 45 Kota di Indonesia – Pare Pos
Nasional

Wow.. Pekan Depan Kemensos Luncurkan e-Warong di 45 Kota di Indonesia

JAKARTA,Parepos.co.id– Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pekan depan di 45 kota peluncurkan e-warong sudah selesai, sebagai bagian dari proses penyampaikan bantuan sosial (bansos) dan subsidi bagi masyarakat kurang mampu. “Jadi, pekan depan di 45 kota sudah selesai kita luncurkan e-warong sebagai bagian dari proses penyampaikan bansos dan subsidi bagi masyarakat kurang mampu, ” ujar Mensos, Kamis 12 Januari, di Banten.

Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), kata Mensos, di Kota Tangerang sudah diterima warga penerima. Kartu itu multifungsi, selain untuk bansos juga bisa disinergikan dengan subsidi dari pemerintah daerah (pemda). “Penerima PKH sudah terima KKS yang multifungsi, selain untuk bansos juga bisa disinergikan dengan subsidi lpg 3 kg, pupuk, serta listrik, ” ucapnya. Beras sejahtera (rastra) dari subsidi menjadi bantuan pangan. Peneriam PKH dan rastra bisa  bertransaksi di electronic warung gotong royong (e-warong) dengan badan hukum Koperasi Masyarakat Indonesia Sejahtera (KMIS). “Tidak hanya melayani transaki dari para penerima bansos PKH dan rastra. Di e-warong juga sekaligus menjadi agen bank dari Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara), ” katanya.

Terkait harga di e-warong menggunakan sistem Harga Eceran Tertinggi (HET).  HET beras medium Rp 8000, tapi harga nasional Rp 7900 dan untuk gula Rp 12,500. Jadi, insya Allah lebih murah, ” tandasnya. Tentu jaminan harga lebih murah bukan klaim. Sebab, bisa dicek, dibuktikan dan dibandingkan dengan harga di warung –warung yang berada di sebelah. “Intinya, kalau belum bisa menambah pendapatan mayarakat kurang mampu maka melakukan pengurangan terhadap pengeluaran mereka menjadi begitu penting, ” terangnya. Sedangkan, untuk PKH yang dikenal sebagai Conditonal Cash Transfer (CCT). Syarat kondisional, seperti keluarga tidak mampu memiliki anak usia sekolah SD, SMP, SMA atau si ibu sedang hamil ataupun mempunyai balita. “Intervensi bagi keluarga tersebut, yaitu terima PKH Rp 1 juta, anak SMA Rp 1 juta, SMP Rp 750 ribu, serta SD Rp 450 ribu, perlu dicatat semuanya bisa dicarikan 4 kali dalam setahun, ” tandasnya.

Untuk rastra setiap bulan akan di-topup Rp 110 ribu dan hanya bisa ditransaksikan di e-warong. Pasalnya, di e-warong sudah digunakan sistem aplikasi yang bisa yang dimonitor secara real time oleh semua pihak terkait. “Pak Wali Kota bisa memonitor di kantor, cukup dengan menyediakan dashboard di smartphone dan juga bisa unduh. Hai ini sebagai bagian dari upaya monitoring dan transparansi bansos PKH, ” katanya. Keunggulan lain KKS, yaitu kartu bisa disinergikan dengan subsidi pemda. Ketika pemda memasukan subsidi dalam kartu maka akan muncul e-wallet dari jenis bantuan tersebut, misalnya, lpg 3 kg, pupuk maupun listrik. “Melalui sinergitas seperti ini, pemda bisa memasukan subsidi dan tidak perlu lagi menerbitkan kartu. Artinya, ada penghematan APBN dan APBD karena semuanya ditanggung oleh CSR dari Himbara, ” terangnya. Tahun ini, secara nasional PKH menyasar 6 juta penerima manfaat dan 3 juta di antaranya bakal menerima secara non tunai. Sedangkan, untuk rastra akan diterima oleh 1,4 juta penerima.(rls/ade)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!