14 Peserta Tak Lulus Ujian Paket C di Matra – ParePos –
Pendidikan

14 Peserta Tak Lulus Ujian Paket C di Matra

Ketua Panitia Ujian Paket C Jumrihyani SPd bersama tim lainnya usai pelaksanaan ujian

PAREPOS.CO.ID, PASANGKAYU– Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Matras resmi terakreditasi tahun ini. Itu yang membuat PKBM ini bisa menggelar ujian kesetaraan (paket C) tahun ini. Namun baru PKBM Matras yang terakreditasi di Matra, lainnya belum. PKBM Matras ini diketuai Irwan Ismail SPd MSi. Ujian paket C di PKBM Matras, berlangsung 15-16 April di SMAN 1 Dapureng Desa Dapurang Kecamatan Dapurang Kabupaten Mamuju Utara (Matra).

Ada 74 pendaftar, namun yang mengikuti ujian hanya 60 orang. Ketua Panitia Ujian Paket C Jumrihyani SPd mengatakan, karena hanya 60 yang ikut ujian, otomatis 14 lainnya yang terdaftar dinyatakan tidak lulus.
“Terhadap peserta tidak ikut sesuai tahapan ujian ini tentu kami nyatakan tidak dapat lulus,” ujar Jumrihyani kemarin. Sementara bagi yang ikut diupayakan lulus semua, meski tahun lalu ada yang tidak lulus.  “Selama PKBM Matras melakukan ujian paket di Matra, kita selalu mendapatkan nilai tertinggi,” lanjutnya. Ujian paket C berlangsung 15-16 April, dan akan dilanjutkan lagi 22-23 April di tempat yang sama. Sementara ijazah bagi peserta yang lulus, diupayakan bersamaan dengan penerimaan ijazah siswa murni di SMAN 1 Dapureang.

Ketua PKBM Matras Irwan Ismail menambahkan, tujuan pelaksanaan ujian paket C ini adalah mengakomodasi masyarakat yang belum memiliki ijazah secara formal terutama mereka yang telah putus sekolah sesuai dengan program pemerintah pengembalian anak putus sekolah.  “Sebagai pelaksana ujian paket C ini, PKBM Matras berharap semua peserta lulus semua dan mendapatkan nilai yang baik,” harapnya. Dia juga mengungkapkan, PKBM yang sudah terdaftar di Matra ada 27, namun yang terakreditasi baru PKBM Matras.

Selaku Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Akreditasi PUT dan Pendidikan Non Formal (PNF), dia berharap ke depan semua lembaga yang terdaftar sudah terakreditasi.  “Kami mengupayakan agar yang lainnya ikut diakreditasi sesuai permendiknas nomor 13 tahun 2005 tentang akreditasi bahwa lembaga pendidikan yang layak melakukan proses belajar mengajar harus ikut akreditasi berdasarkan delapan standar nasional pendidikan,” tandas Irwan. (*/ade)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!