Jaksa Sita Miliaran Deposito Terdakwa Pembebasan Lahan di Maros – Hacked by TryDee
Pro Daerah

Jaksa Sita Miliaran Deposito Terdakwa Pembebasan Lahan di Maros

Barang bukti sitaan Kejati Sulsel di Maros, soal pembebasan lahan

PAREPOS.CO.ID, MAROS — Setelah berhasil menggagalkan pencairan tunai miliran rupiah milik terdakwa kasus pembebasan lahan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Maros. Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel pun langsung menyita uang deposito Sitti Rabiah. Uang tersebut disita dari Bank Sulsel Cabang Maros. Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulselbar, Jan S Maringka yang turun langsung melakukan penyitaan uang deposito ini menuturkan, penyitaan uang milik terdakwa tersebut dilakukan karena ada laporan dari pihak perbankan jika salah seorang keluarga Sitti Rabiah bermaksud mencairkan dana itu.

Atas laporan tersebut, akhirnya pihak Kejati melakukan penyitaan uang milik Sitti Rabiah. Setelah sebelumnya dilakukan pemblokiran rekening atas nama terdakwa. Kejati lebih awal melakukan penyitaan uang yang diduga milik negara ini sebelum pihak keluarga mencairkannya. “Adanya Kerja sama yang baik antara pihak Bank Sulsel cabang Maros dan Kejati, kita telah melakukan penyitaan deposito milik terdakwa Sitti Rabiah sebesar Rp1,7 miliar ditambah uang simpanan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp231. juta. Selain itu juga ada uang milik tersangka lain, Mahmud Usman sebesar Rp3,2 juta yang juga turut disita,” jelas Jan S Maringka dalam rilisnya saat melakukan penyitaan di Bank Sulsel Cabang Maros, kemarin.

Perkara ini secara menyeluruh, Kajati sudah menyeret sekitar 9 orang tersangka, dengan dua tahap pembagian. Tahap pertama sudah masuk tuntutan, dan tahap kedua sedang tahap penyidikan yakni BPN dengan menetapkan lima orang tersangka. “Yang disita ini adalah uang milik terdakwa, “singkatnya. Mengingat uang yang disita kejati dalam jumlah banyak, maka pihak kejati menitip sementara uang tersebut di bank Sulsel cabang Maros. Hal itu untuk mencegah supaya uang tersebut bergeser ke tempat lain. “Uang ini sudah kami sita, tapi kita tidak akan membawanya pulang. Tapi akan kita titipkan kembali ke Bank Sulsel cabang Maros, dengan membuat rekening titipan atas nama kejaksaan,” ungkapnya.

Kedepannya, kata Jan, pihaknya akan bekerja sama dengan pihak perbankan lainnya dalam membuat rekening atas nama kejaksaan untuk menyimpan uang tunai yang diamankan dari tersangka yang disimpang di bank. Sejauh ini, pihaknya telah menyita uang tunai hampir Rp8,7 miliar lebih pada tahap pertama dari jumlah kerugian negara berdasarkan perhitungan BPKP mencapai Rp3,17 miliar. Selain uang tunai, kejati juga telah menyita 14 buah rumah, 8 buah mobil dan 2 unit kendaraan roda. Dari total uang negara yang bisa diselamatkan berkisar Rp 27 miliar yang terdiri dari uang tunai Rp11 miliar dan asset tanah dan bangunan serta kendaraan senilai 16 M.

“Total yang kita lakukan untuk pemulihan uang negara sekitar Rp27 miliar. Tentu kita akan terus menggali dengan bekerja sama dengan PPTK dalam mencari uang lainnya. Kita akan mencari apakah ada uang hasil korupsi yang disimpan di bank lain, atas nama orang lain,” ungkapnya. Selain menyita uang deposito milik terdakwa, Tim penyidik Kejati juga melakukan penyitaan ruko milik mantan Camat Mandai Mahmud Usman. (*/ade)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!