Mobil Seharga Rp 2,7 Miliar tak Difungsikan, Ini Penjelasan DLHK Kota Parepare – ParePos –
Metro Pare

Mobil Seharga Rp 2,7 Miliar tak Difungsikan, Ini Penjelasan DLHK Kota Parepare

Mobil Kebersihan milik Pemkot Parepare yang dibeli seharga Rp 2,7 M

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE,– Satu unit mobil penyapu jalanan atau street sweeper buatan Italy milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Parepare hingga kini belum juga difungsikan.  Padahal mobil penyapu ini dibeli cukup mahal, Rp2,7 miliar menggunakan APBD 2016. Tampak mobil ini hanya terparkir di dalam gudang di area DLHK, Kamis 20 April.

Sekertaris DLHK Kota Parepare, Andi Lukman mengakui bahwa hingga saat ini mobil penyapu sampah belum difungsikan, hal ini lantaran membutuhkkan persiapan yang baik dalam pengoperasiannya, baik dari operator ataupun momennya.  Apalagi jalur atau lokasi yang menjadi tempat difungsikannya mobil penyapu sampah harus memiliki jalan atau aspal yang rata, sehingga tidak terlalu memaksa penggunaannya dan akan lebih terawat.
“Mobil ini sangat mahal, apalagi dari dana APBD Kota Parepare, maka kami dari DLHK harus  lebih berhati-hati dalam menjaga apa yang diamanahkan pemerintah kota serta pemeliharaannya, dalam hal ini mobil penyapu sampah,” jelas Andi Lukman.

Dia menambahkan, dalam waktu dekat ini pemanfaatan mobil penyapu sampah akan difungsikan, rencana diturunkan saat STQ 27 April mendatang. Untuk lokasi awal pembersihannya akan dilakukan di alun-alun kota yang dianggap sebagai pusat keramaian, jalan Bau Massepe dan Mattirotasi serta jalan Sultan Hasanuddin, ketiga jalan ini memiliki jalanan yang rata sehingga akan lebih mudah dalam pengoperasiannya. “Kami melihat  kondisi dilapangan, mana yang perlu dipriotitaskan dengan volume sampah serta yang menjadi pusat-pusat keramaian,” ungkap Lukman.

Sementara itu, Kasi Sarana dan Prasarana DLHK, Andi Sinrang menjelaskan, mobil penyapu sampah tersebut seharga Rp.2.710.275.000, memiliki penyapu dari tiga sisi sekaligus dengan alat vakumnya dan ada alat fungsi penyiramnya, bak sampahnya mampu memuat 1,5 kubik sampah.  Dalam pengoprasiannya mobil penyapu sampah akan didampingi dengan mobil pikc up yang  berfungsi sebagai penampung jika bak sampah sudah penuh, dan operatornya sendiri sudah ditraining untuk pengoperasian, jadi bisa dibilang sudah berpengalaman.

Pihak DLHK tetap menganggarkan biaya pemeliharaannya, untuk tahun pertama dianggarkan pada bahan bakarnya saja, hal ini karena suku cadang sudah disiapkan untuk setahun kedepan, ditahun kedua diestimasikkan dengan anggaran Rp.100 Juta per tahun, dan ini sudah termaksud dengan anggaran belanja sperpark dan BBM. “Ini hanya estimasi  Rp100 Juta per tahun, dan angka pemeliharaan ini bisa saja di bawahnya,” ungkap Sinrang.(*/ade)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!