Pilkada Polman, KPU Butuh Anggaran Rp 32 Miliar – Pare Pos – Online
Pilkada Polman

Pilkada Polman, KPU Butuh Anggaran Rp 32 Miliar

Ketua KPUD Polman M Danial

PAREPOS.CO.ID, POLMAN — Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan jadwal pemungutan suara Pilkada serentak  yakni 27 Juni 2018. Pilkada ini diikuti sekitar 171daerah. Sebanyak  17 Provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten, termasuk Polewali Mandar. Menyikapi jadwal Pilkada tersebut, Ketua KPUD Polman M Danial, mengatakan, pihaknya segera berkoordinasi dengan Pemkab Polman terkait penganggaran tahapan Pilbup Polman mendatang. Ia mengaku, telah mengusulkan anggaran Pilbup sekitar  Rp 32 miliar.  “Anggaran tahapan Pilkada di 2017,  kami belum memastikan berapa jumlahnya. Kami lihat dulu rancangannya, kita hanya menyampaikan bahwa KPU membutuhkan dana itu untuk menggelar tahapan Pilkada,” ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Keuangan Daerah Mukim, telah menyiapkan anggaran tahapan Pilbup sebesar Rp5 miliar. Namun menurut Danial, anggaran itu belum cukup  untuk biaya operasional, honor penyelenggara dan biaya kebutuhan lainnya.  “Kami juga tidak tahu dari mana angka Rp5 miliar itu, makanya kami akan berkoordinasi dulu,” terangnya Ia mengaku, sudah menyusun rencana anggaran berdasarkan kebutuhan sehingga angka yang diperoleh rasional.  “Kita butuh anggaran sekitar Rp 32 miliar. Kebutuhan pelaksanaan tahapan Pilkada belum cukup Rp 5 miliar,” katanya.

Danial, mengingatkan bahwa Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) harus ditandatangani satu kali yang telah diatur Permendagri Nomor  52 tahun 2016 Tentang Hibah Anggaran Pilkada yang harus ditandatangani antara Pemerintah Daerah dengan KPU. Dalam perjanjian itu, kata dia,  sudah tergambar bagaimana bentuk pencairannya.  “Tapi NPHD itu hanya satu kali ditanda tangani dan itu akan dilaporkan ke KPU Pusat namun hingga sekarang belum ditanda tangani,” ungkapnya. Selain itu, kata dia, KPUD akan melakukan  uji publik anggaran Pilkada agar masyarakat bisa menilai dan melihat apakah sudah sesuai atau tidak. “Jika ada yang menilai anggaran itu tidak rasional, maka kita bisa melihat dimana ketidakrasionalanya,” katanya.(*/ade)

Most Popular

To Top