Afi dengan Cuitan Berjudul ‘Warisan’ Hebohkan Dunia Maya, Berikut Petikannya – Pare Pos – Online
Style dan Keren

Afi dengan Cuitan Berjudul ‘Warisan’ Hebohkan Dunia Maya, Berikut Petikannya

PAREPOS.CO.ID,WAJO — Pemilik akun Afi Nihaya Faradisa saat ini tengah menjadi perbincangan hangat para netizen. Hal tersebut seusai gadis ini menulis sebuah tulisan didinding facebooknya yang berjudul “Warisan”. Dia menceritakan mengenai indahnya keberagaman di Indonesia, sontak saja tulisannya itu menuai banyak pujian dari seluruh penjuru tanah air.

Melalui akun facebooknya, belakangan diketahui gadis tersebut bernama lengkap Asa Firda Inaya, Kelahiran Banyuwangi 23 Juli 1998 yang merupakan pelajar asal SMA Negeri 1 Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur. Saat ini tulisannya yang berjudul “Warisan” itu telah dibagikan 42.598 netizen,mendapatkan 69 ribu like serta ribuan komentar. Tulisan tersebut diuploud 15 Mei 2017, lalu sekira pukul 10.21 waktu setempat. Hal ini berdasarkan pantauan PAREPOS.CO.ID, Jumat 19 Mei 2017, malam sekira pukul 20.42 Wita.

“SIAPAKAH AFI NIHAYA FARADISA? Saya hanyalah perempuan biasa yang lahir di Banyuwangi pada tanggal 23 Juli 1998. Afi Nihaya Faradisa adalah nama anagram atau nama pena dari Asa Firda Inayah. Nama saya yang tercantum di kartu identitas adalah Asa Firda Inayah
Afi : (A)sa (F)irda (I)nayah Nihaya : Inayah Faradisa : Firdaasa
Mengapa saya menggunakan nama anagram? Karena saya ingin menyampaikan kebaikan-kebaikan secara anonim di dunia maya. Karena yang penting bagi saya bukanlah mengambil sebanyak mungkin keuntungan dari melambungnya nama. Karena yang penting bagi saya adalah tersampainya beragam pesan kebaikan pada sebanyak-banyaknya pembaca,” tulis,Afi Nihaya Faradisa , Kamis 18 Mei 2017, lalu sekira pukul 15.33, waktu Banyuwangi.

Dalam kolom komentarnya, Afi Nihaya Faradisa mengatakan, tulisannya itu hanya semata-mata untuk membenahi landasan berfikir yang tak memiliki kaitan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta beberapa waktu lalu. “Ini adalah tulisan untuk membenahi landasan berpikir kita, jangan apa-apa dihubungan ke pilkada Jakarta. Mengutip perkataan John Dewer, “Pikiran itu seperti parasut; hanya berfungsi ketika terbuka.” tulisnya.

Prev1 of 3

Most Popular

To Top