OJK; Ekonomi Parepare Tumbuh, Industri Keuangan Menjanjikan – Pare Pos – Online
Ekonomi

OJK; Ekonomi Parepare Tumbuh, Industri Keuangan Menjanjikan

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE — Kehadiran BPR untuk ekspansi di Parepare sudah selayaknya. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui pimpinan OJK Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), Andi Yusuf mengatakan telah memetakan indikator-indikator ekonomi dan menilai Parepare memang sangat menggembirakan, dimana pertumbuhan ekonomi 3 tahun terakhir cenderung meningkat dari 6,2 menjadi 6,8 berdasar data BPS 2016. Inflasi Parepare juga kata dia salah satu yang terendah, yakni 2,1 dan masih sangat rendah dibandingkan inflasi nasional 3,02. “Dengan kualitas pembangunan yang tinggi dan inflasi yang terjaga tentu sangat baik, apalagi dengan stimulus APBD Parepare yang jumlahnya mencapai Rp1 triliun lebih, sehingga Parepare menjadi daerah potensi besar untuk industri keuangan,” terangnya.

Lanjut dia, tidak hanya industri perbankan yang bisa berkembang, tetapi industri non bank dan pasar modal juga sama. Karena menurutnya OJK selaku regulator mencoba untuk bagaimana agar industri keuangan ini tidak hanya stabil tetapi bisa lebih kontributif dan inklusif. Berdasarkan data yang ada, peran perbankan katanya memang harus didorong untuk membangun ekonomi dan memperluas akses keuangan didaerah.

Yusuf menambahkan, kredit produk domestik regional bruto (PDRB) untuk Sulsel diakui masih relatif rendah, sekitar
30%, namun justru membaik di kota Parepare yang mencapai 50%. “Jadi kalau kita bisa simpulkan kontribusi perbankan terhadap perekonomian di Parepare lebih dominan, karena kreditnya dibandingkan dengan PDRB (5,5 triliun) sudah 50-60%, sedangkan Sulsel hanya 29%, sehingga memang diharapkan berkontributif terhadap pembangunan ekonomi didaerah termasuk isu inklusif bagaimana memperluas akses keuangan,” tandasnya.

Walikota Parepare HM Taufan Pawe menjamin peluang investasi khususnya untuk kredit usaha mikro kecil dan menengah sangat menjanjikan. Ia bahkan menyebutkan warga Parepare dapat dipercaya untuk program penyaluran KUR. “Saya yakin masyarakat kami dapat dipercaya. Karena terbukti NPL (kredit macet) kami rendah, hanya 2,6%, padahal lembaga perbankan masih bisa untung pada NPL 6%,” kata dia.(wal)

Click to comment

Most Popular

To Top