BKIPM dan Bareskrim Gagalkan Penyeludupan Bom Ikan ke Pangkep – Pare Pos – Online
Nasional

BKIPM dan Bareskrim Gagalkan Penyeludupan Bom Ikan ke Pangkep

Keterangan pers terkait penanganan kasus pemasukan dan pengeluaran ilegal hasil perikanan dan pengungkapan kasus destructif fishing kerja sama dengan angkasa pura, Polri, angkasa pura II, Kemenhub

PAREPOS.CO.ID,JAKARTA– Pemerintah melalui Kementerian Keluatan dan Perikanan (KKP) bersama Kepolisian Republik Indonesia, Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, Angkasa Pura I, dan Angkasa Pura II berhasil menggagalkan penyelundupan ikan dan bahan destructive fishing (bom ikan) ke dalam dan ke luar wilayah Indonesia. Salah satu ikan yang diselundupkan ke Indonesia adalah ikan dori (ikan patin), yang ditemukan melalui operasi bersama Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) dan Bareskrim Polri, pada 26-28 April lalu berkat informasi dari masyarakat. “Ditemukan fillet dori yang diduga berasal dari luar negeri di beberapa retail di Jakarta. Fillet ikan dori tersebut mengandung tripolyphosphate yang melebihi ambang batas dan dapat membahayakan kesehatan konsumen,” ungkap Kepala Pusat Karantina Ikan BKIPM Riza Priyatna dalam konferensi pers, beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, berdasarkan uji sampel di Laboratorium Badan Uji Standar Karantina Ikan, Pengawasan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BUSKIPM) September lalu, fillet ikan dori tersebut memiliki kemiripan 98-100% dengan dori impor yang dimiliki BUSKIPM, yang diduga berasal dari Vietnam. BKIPM bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan juga berhasil menggagalkan penyelundupan 22.198 kg produk perikanan ilegal ke Indonesia pada 16 Agustus lalu. Penyelundupan dilakukan dengan kapal KM. Sinar Abadi 5, yang berdasarkan informasi disebut sebagai kapal eks-Thailand di Pelabuhan Tembilahan Riau, dan mengakibatkan kerugian negara lebih dari Rp7 miliar.

Tak hanya ikan, pemerintah juga berhasil mengungkapkan kasus penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui jaringan pelaku penjualan dan distribusi bahan baku seperti ammonium nitrate, potassium nitrate, sumbu api, dan detonatoryang digunakan untuk membuat bom ikan. Wakil Direktur Tindak Pidana Tertentu Kombes Pol Tornagogo Sihombing mengatakan, bahan baku tersebut diperjualbelikan di Sulawesi Selatan, khususnya ke Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Menurutnya, kasus ini harus segera diungkapkan untuk memutus mata rantai penggunaan bahan peledak.

Pemerintah juga berhasil menggagalkan 57 kasus penyelundupan coral dengan potensi kerugian negara sebesar Rp35.388.600.000, di enam Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKIPM selama periode 1 Januari – 2 Oktober 2017. Terakhir, pemerintah melalui BKIPM Jakarta berhasil menggagalkan upaya ekspor ilegal Benih Lobster (BL), pada Sabtu (7/10) pukul 09.00 WIB, di Terminal 3 Domestik. Pelaku menyelundupkan 32.300 dalam 74 kantong dengan menggunakan 2 buah koper menggunakan maskapai GA 201 Yogyakarta dan GA 152 penerbangan Jakarta-Batam.

Prev1 of 2

Click to comment

Most Popular

To Top