Kegiatan Pendampingan K13, Tiga SD jadi Klaster – Pare Pos – Online
Pendidikan

Kegiatan Pendampingan K13, Tiga SD jadi Klaster

Kegiatan pendampingan Kurikulum 2013 klaster untuk SDN 2, SDN 24, SDN 48 Parepare, di Gedung Diknas Kota Parepare

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE– Dalam rangka peningkatan pendidikan di Kota Parepare, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare melakukan pendampingan kurikulum 2013 (K13) dengan membentuk klaster. Kegiatan pendampingan K13 klaster SD se-Kota Parepare tahun 2017 ini, dipimpin oleh Sekretaris Dinas Drs Arifuddin Idris atas nama kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan didampingi para ketua klaster, Dra H Masrum SPd MPd yang juga adalah Kepala SDN 24 Kota Parepare sekaligus merangkap sebagai ketua panitia.

Masrum mengatakan, untuk kegiatan pembimbingan kuriukulum tahun 2013 di Kota Parepare, ditunjuk ketua klaster masing-masing kecamatan. Masing-masing SD Negeri 2 untuk Kecamatan Soreang, SD Negeri 24 untuk Kecamatan Bacukiki Barat, dan SD Negeri 48 untuk Kecamatan Ujung Kota Parepare tahun 2017. Untuk klaster Kecamatan Bacukiki Barat membawahi 10 sekolah SD, Ujung 10 sekolah dan kecamatan Soreang sebanyak 12 sekolah, jadi jumlah sekolah pendapingan kurikulum tahun 2013 di Kota Parepare sebanyak 32 sekolah, ” sekolah pendampingan K13 di Kota Parepare sebanyak 32 sekolah SD”, katanya.

Adapun tujuannya dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk peningkatan kualitas pendididikan di Kota Parepare khususnya sekolah Dasar (SD) dengan melibatkan guru kelas I, kelas IV dan guru agama dan kepala sekolah, dengan jumlah peserta kegiatan ini sebanyak 128 sekolah, pembukaanya di Gedung Diknas, Selasa, 11 Oktober 2017. Pembukaan kegiatan ini disatukan di gedung Diknas oleh sekretaris Dinas Drs Arifuddin Idris, selanjutnya untuk materinya akan dilaksanakan di masing-masing klaster kecamatan yang dimulai Senin mendatang. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare diwakili Sekretaris Dinas, Dra Arifuddin Idris mendukung kegiatan ini, dengan harapan dilaksanakaan dengan baik sesuai yang diharapkan, dilakukan secara profesional. “Guru dituntut profesional di kurikulum 13 ini,” katanya. (anj/din)

Click to comment

Most Popular

To Top