Menangkal Paham dan Gerakan Radikal, STAIN Parepare Lakukan Ini – Pare Pos – Online
Pendidikan

Menangkal Paham dan Gerakan Radikal, STAIN Parepare Lakukan Ini

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE– Dalam upaya menangkal paham dan gerakan radikal, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri  (STAIN) Parepare akan memperkuat regulasi. Aturan ini antara lain mengatur larangan bagi mahasiswa, dosen dan karyawan untuk mengikuti organisasi yang telah dilarang pemerintah. Hal itu diungkapkan Rektor STAIN Parepare Ahmad Sultra Rustan saat memberikan sambutan dalam acara Fokus Group Discussion (FGD) Wakil Rektor/Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), beberapa waktu lalu.

“Kita perlu membentengi mahasiswa kita untuk tidak masuk pada organisasi radikal. Salah satunya dengan memperkuat regulasi yang ditetapkan Kementerian Agama dalam menangkal bahaya radikalisme dan terorisme,” kata Sultra Rustan.

Sebelumnya, Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Diktis Syafriansyah mengharapkan FGD ini mampu menghasilkan rekomendasi-rekomendasi positif dalam memperkuat program kemahasiswaan. “Program revoluasi mental yang menjadi konsen Presiden Jokowi dapat diimplementasikan untuk memperkuat komitmen kebangsaan PTKI,” katanya.
Syafriansyah mengingatkan target 1 juta mahasiswa pada tahun 2019 yang telah ditetapkan dalam Renstra Ditjen Pendidikan Islam juga harus diimbangi dengan penyiapan sarana prasarana pembelajaran, kurikulum dan program-program kemahasiswaan yang inovatif.

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan STAIN Pare Pare Abu Bakar Juddah berharap agar kebersamaan dan kekompakan WR/WK III terus terjaga dan FGD ini dapat menghasilkan pemikiran yang produktif untuk kemahasiswaan. “Kebersamaan akan mendatangkan kekuatan dan kekuatan akan mendapatan keberuntungan,” kata Abu Bakar. Ketua Forum WR/WK III, Syamsul Rijal berharap agar FGD ini memberikan motivasi dan inspirasi dalam mengembangkan kegiatan kemahasiswaan yang dapat dikenang. “Waktu kita menjadi pejabat terbatas, maka kita harus mampu membuat gebrakan, aktivitas, karya dan program yang dapat dikenang oleh publik setelah kita tidak jadi PR III,” ujarnya.

Syamsul meminta agar masing-masing wilayah, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, NTB dan sekitarnya membuat program prioritas pengembangan kemahasiswaan. Fokus Group Discussion (FGD) Wakil Rektor/Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) berlangsung pada tanggal 6-8 Oktober 2017 dan dihadiri oleh 56 WR/WK III PTKIN se-Indonesia.(*)

Click to comment

Most Popular

To Top