Mendes PDTT: Satgas Dana Desa Turun Audit Desa Secara Acak – Pare Pos – Online
Nasional

Mendes PDTT: Satgas Dana Desa Turun Audit Desa Secara Acak

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo saat menyampaikan sambutan dalam sebuah seminar

PAREPOS.CO.ID, JAKARTA– Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo menegaskan, dalam upaya meminimalisir terjadinya penyelewengan dalam penggunaan dana desa. Maka melalui Satuan Tugas (Satgas) Dana Desa akan melakukan audit secara acak di desa-desa secara masif. Model pengawasan diubah dari sistem reaktif yakni memproses berdasarkan laporan, menjadi sistem proaktif yakni melakukan audit secara acak. “Di Indonesia, dimana ada kekuasaan dan uang, di sana ada potensi korupsi. Selama ini kita pendekatannya reaktif kan. Ada laporan kita kirim orang untuk periksa. Jadi kalau tidak ada laporan belum tentu tidak ada korupsi. Nah, tahun ini saya minta kerjasama Satgas Dana Desa dengan Kepolisian, Kejaksaan, dan KPK untuk melakukan audit acak secara masif,” ujarnya, dalam sebuah kegiatan beberapa waktu lalu.

Mendes PDTT menjelaskan, jika dalam audit acak tersebut ditemukan adanya penyelewengan, maka akan diproses secara hukum. Namun, Eko juga meyakinkan kepala desa agar tidak takut pada proses audit tersebut.”Kepala desa nggak perlu takut kalau tidak korupsi. Kalau kesalahan cuma kesalahan administrasi kemudian dikriminalisasi, laporkan saja ke Satgas Dana Desa,” tegasnya. Data laporan yang masuk ke Satgas Dana Desa pada tahun 2017, berjumlah 600 laporan. Dari hasil pendalaman, tidak semua laporan tersebut masuk pada proses meja hijau, karena sebagian hanya kesalahan administrasi. Di sisi lain, kata Eko, kemampuan kepala desa dalam mengelola dana desa mengalami kemajuan cukup signifikan. Hal tersebut ditandai dengan penyerapan dana desa Tahun 2016 yang jauh meningkat yakni 97 persen dari Rp46,9 Triliun. Sementara di tahun sebelumnya hanya terserap 82 persen dari Rp20,8 Triliun. “Tahun 2017 ini tahap pertama sudah terserap 100 persen. Total semua sudah 87 persen, berarti tahap ke dua sudah terserap 27 persen,” ungkapnya.

Terkait dana desa dalam tiga tahun terakhir, negara telah mengeluarkan total anggaran Rp120 Triliun ke desa. Dana ini pun telah membangun sekitar 120.000 kilometer jalan desa dan berbagai infrastruktur lain di tingkat pedesaan. “Dana desa diharapkan bisa jadi stimulus pembangunan desa. Sekarang dengan dana desa kita dorong agar perekonomian masyarakat semakin meningkat. Sehingga nantinya bisa membangun kebutuhan infrastrukturnya secara mandiri, membangun MCK sendiri, sanitasi air bersih sendiri, dan lainnya,” terangnya.(*)

Click to comment

Most Popular

To Top