Omset Menurun, Perusahaan Pembiayaan Tawarkan Kredit Tanpa DP – Pare Pos – Online
Ekonomi

Omset Menurun, Perusahaan Pembiayaan Tawarkan Kredit Tanpa DP

BM PT Finansia Multi Finance Andi Herianto

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE — Iklim usaha pembiayaan di Parepare mengalami penurunan omset. Setidaknya 3 perusahaan yang bergerak pada bidang jasa keuangan (Leasing) yang berkantor di kota Parepare mengaku mengalami prospek bisnis yang turun. Bahkan pada tahun 2017 ini perusahaan mereka mengalami penurunan kredit penjualan 10% hinga 40%.

Salah satu perusahaan leasing khusus elektronik yang sudah eksis sejak tahun 2005 di Parepare, PT Finansia Multi Finance merasakan kelesuan ekonomi pada tahun 2017 ini. Menurut Branch Managernya, Andi Heriyanto mengaku telah mengalami penurunan penyaluran kredit barang mencapai 40% dari tahun sebelumnya. “Kami lihat kondisi ekonomi masih lemah, karena kredit kami yang tersalur sangat minim,” kata Heriyanto, Jumat, 06 Oktober 2017.

Bahkan kata dia pada momen puncak penjualan kredit yakni pada bulan Juni-Juli atau saat ramadhan dan idul Fitri justru mengalami penurunan drastis. “Lebaran ini kami turun 40% dibanding tahun lalu,” tambahnya

Ia menjelaskan, pada bulan pertama tahun 2016 perputaran ekonomi bergerak menanjak, namun memasuki tahun 2017 kondisi ekonomi mulai stagnan bahkan turun dengan melihat pencapaian perusahaan yang dikenal dengan kredit plus itu. “Kredit kami tahun ini tertinggi terjadi di bulan April 2017 yaitu Rp 700 juta, namun setelah ramadhan, jumlahnya terus menurun hingga Rp 500 juta saja,” paparnya.

Dirasakan dia, animo masyarakat memang masih sangat kurang khususnya untuk kredit barang elektronik kecuali jenis barang IT seperti Handphone, Laptop atau perangkat sejenis lainnya. Bukan hanya dirinya, bahkan beberapa owner toko elektronik mitra kerja perusahaannya juga merasakan hal sama. Mereka rata-rata mengungkap penjualan barang elektronik yang sepi pembeli. “Beberapa mitra toko kami katakan, pembeli masuk di toko saja kurang, tapi yang mengherankan kondisi ini hanya terjadi di Parepare, didaerah lain seperti Bone masih stabil,” sambungnya.

Ia pun mensiasati penjualan melalui program kredit tanpa DP atau kredit tanpa uang muka dengan hanya membayar angsuran awal. Ia juga terpaksa menjajakan program serbu, karena melihat kondisi ekonomi yang masih kurang stabil. “Kami juga punya program namanya program ‘serbu’, sifatnya kita maintenance dulu selama kondisi ekonomi masyarakat belum stabil,” papar dia

Kondisi sama juga dituturkan pimpinan perusahaan pembiayaan Colombia Parepare, Andi Suparman. Ia mengakui kalau target kredit tahun ini turun sekira 10% dari tahun sebelumnya yang hanya mampu meraih omset antara Rp400 juta hingga Rp500 juta. Namun Suparman menolak bila dikatakan daya beli masyarakat yang menurun. Ia hanya melihat kondisi ini bergantung pada posisi tawar antara produsen dan konsumen. “Terbukti pembayaran kredit masih lancar, meskipun ada sebagai kecil yang macet namun masih bisa dibina. Hanya saja kita membatasi diri untuk penawarannya karena melihat kondisi dan kemampuan konsumen,” tandasnya.

Suparman mengaku akan menerapkan program Colombia Day kepada konsumennya. Hal itu dilakukan untuk menjamin asuransi kepada setiap debitur. Asuransi itu hanya berlaku bila debitur dalam keadaan meninggal namun masih terikat akad kredit. Program lain kata dia dengan mengadakan bakti sosial yang melibatkan para nasabah. “Itu untuk memupuk hubungan baik dengan konsumen kami,” jelasnya.

Pasang surut usaha leasing ini juga melanda PT MNC Finance Parepare. Pembiayaan yang bergerak pada Leasing mobil itu, oleh stafnya diakui mengalami proses bisnis yang turun naik khususnya pada triwulan III 2017. Disebutkan, penyaluran kredit pada bulan Agustus bergerak positif, namun negatif pada bulan September.(wal)

Click to comment

Most Popular

To Top