RKB Terbatas, SDN Madukelleng Berlakukan Sistem Shift – Pare Pos
Pendidikan

RKB Terbatas, SDN Madukelleng Berlakukan Sistem Shift

Kepala SDN 199 Maddukelleng, Mardihan

PAREPOS.CO.ID, WAJO–Pihak Sekolah Dasar Negeri (SDN) 199 Maddukelleng Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo terpaksa memberlakukan sistem pembelajaran shift. Untuk kelas rendah terbagi dua pembelajaran, ada yang siswa masuk pagi dan siang. Itu imbas dari peserta didik yang setiap tahun mengalami peningkatan. Tahun 2017 ini jumlah peserta didik di sekolah tersebut mencapai 280 orang.

Meningkatnya jumlah siswa di sekolah tersebut tak sebanding dengan Ruang Kelas Belajar (RKB) yang hanya berjumlah 12 ruangan saja. Sehingga Rombongan Belajar (Rombel) tidak memungkinkan melakukan proses pembelajaran seperti halnya sekolah lain. Kepala SDN 199 Maddukelleng, Mardihan menuturkan, kebijakan ini diambil berdasarkan kondisi ruangan kelas dengan jumlah siswa yang tidak ideal. “Kita masih kekurangan 2 RKB. Untuk itu kami terpaksa harus memberlakukan sistem shift untuk kelas rendah,” ujarnya.

Ia mengakui sebenarnya pihaknya sudah mengusulkan kebutuhan ini ke dinas terkait sekitar tahun lalu, namun saat ini belum ada realisasi.”Mudah-mudah pemerintah dan dinas terkait dapat merealisasikan permohonan bantuan RKB baru. Karena lokasi tanah milik SDN 199 Maddukelleng tidak memungkinkan untuk bangunan baru, maka kami meminta bantuan RKB yang bertingkat,” harapnya. Selain kebutuhan RKB, yang sangat mendesak Water Closed (WC) pun perlu direhab. “Kami punya beberapa WC namun saat ini yang perlu direhab sekitar 3 WC. Kebersihan di sekolah yang paling diutamakan dan mengingat banyaknya jumlah siswa, kami takutkan siswa buang air kecil secara sembarangan,” ungkapnya.

Terlepas dari segala kebutuhan tersebut, SDN 199 Maddukelleng tetap memprioritaskan peningkatan profesionalisme dan kinerja guru, baik dari segi pembelajaran sampai dengan peningkatan kedisipilnan guru dan siswa. Selain itu, pihak sekolah juga melaksanakan literasi baca sekitar 15 menit sebelum memulai proses pembelajaran bagi siswa, melakukan dzikir bersama, serta melaksanakan kegiatan ekstrakulikuler. Bahkan untuk meningkatkan prestasi sekolah baik dari segi akademik maupun non akademik, pihak sekolah juga melaksanakan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) antar kelas setiap tahun. “Kegiatan ini bertujuan selain mengasah bakat siswa, juga sebagai persiapan dalam menghadapi setiap even yang diikuti sekolah. Mulai dari Hardiknas sampai dengan lomba Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN),” tuturnya. (ile/rif)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!