STIH Cokroaminoto Pinrang Kerja Sama dengan Peradri – Pare Pos
Pendidikan

STIH Cokroaminoto Pinrang Kerja Sama dengan Peradri

Ketua Umum DPN Peradri, Bakri Remmang menandatangani MoU dengan STIH Cokroamonoto Pinrang disaksikan sejumlah pengelola.

PAREPOS.CO.ID, PINRANG– Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Cokroaminoto Pinrang selama meraih predikat akreditasi B dari BAN PT 2016 lalu, terus membangun kerja sama dengan berbagai lembaga. Salah satunya dengan Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Advokat Republik Indonesia (DPN Peradri). Kedua lembaga ini melakukan kerja sama untuk mendorong penguatan kapasitas profesi.  Selain itu, pengelola STIH Cokroaminoto Pinrang juga telah menandatangani MoU dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang dalam peningkatan kualitas mutu pendidikan di daerah itu. Hal itu diungkapkan Ketua I Bagian Akademik STIH Cokroaminoto Pinrang, Abdul Rahman MH didampingi Ketua III Bagian Kemahasiswaan, Ilwan Sugianto MM serta dan Ketua Prodi, Muhammad Rizal MH, Kamis 26 Oktober, di Kampus STIH Cokroaminoto Pinrang.

Ketua I Bidang Akademik, Abdul Rahman MH mengatakan, untuk kegiatan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), diagendakan dilaksanakan pada awal November hingga akhir Nopember 2017 dengan target peserta 20 – 50 orang. “Persyaratan administrasi akan dibuat secara terbuka dan transparan melalui email Stih.cokropinrang@gmail.com. Hal ini sebagai wujud kerja sama dengan pihak DPN Peradri dan dapat diagendakan secara periodik ke depan, sehingga dapat memberi kesempatan bagi lulusan hukum dari berbagai kampus untuk mengikuti jenjang pendidikan advokat sebelum resmi dikukuhkan menjadi advokat,” ungkap Rahman.

Dikatakan, kualitas Advokat harus menjadi prioritas selain sisi kuantitas. Upaya pembenahan hukum hanya bisa dilakukan elemen penegak hukum yang memahami secara mendalam persoalan hukum. Hal itu mesti diperkuat dengan integritas, kapasitas, kredibilitas dan etika para penegak hukum sesuai koridor hukum. “Kerja sama ini menjadi dorongan tersendiri bagi pihak kampus pada umumnya dan fakultas hukum pada khususnya, sehingga ke depan diharapkan dapat menggelar kegiatan PKPA. Dengan mengedepankan kualitas, maka perlu seleksi yang ketat, kredibel dan teruji, karena setiap jenjang pendidikan advokat yang dilalui berdampak positif, yakni menghasilkan para advokat yang kualified dan berintegritas,” tandas Rahman.

Sementara Ketua DPN Peradri, Bakri Remmang mengatakan, kerja sama yang dilakukan dengan pihak kampus, bertujuan untuk mendorong penguatan kapasitas dan kualitas advokat. “Ini menjadi pintu masuk dalam menghasilkan para advokat yang kualified, berintegritas. Hal ini tidak bermaksud mengabaikan sisi kuantitas para advokat yang hendak dihasilkan, namun harus memberi penekanan dan prioritas pada sisi kualitas advokat itu sendiri,” tandasnya. (ilo/lim)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!