Warung Esek-esek Dibongkar Paksa – Pare Pos – Online
Pro Daerah

Warung Esek-esek Dibongkar Paksa

Bongkar waruynbg esek-esek di Wajo

PAREPOS.CO.ID, WAJO–Tim terpadu dari gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), Kodim 1406 Wajo, Kepolisian Resort (Polres) Wajo menertibkan warung kopi yang berada di Jalur Trans Sulawesi, Kawasan Jekke’e, Desa Lamata, Kecamatan Gilireng, Wajo Rabu 12 Oktober lalu. Warung remang-remang yang berkedok warung kopi ini sudah kerap mendapatkan teguran dan telah berlangsung cukup lama. Bahkan aparat penegak Peraturan Daerah (Perda) telah memasangkan stiker sebagai tanda dalam pengawasan. Namun, tak diindahkan oleh pemilik warung dan tetap membandel.

Informasi yang diperoleh, warung tersebut menyediakan kamar khusus di kolong warung. Kamar ini diperuntukkan bagi para pria hidup belang. Dimana nantinya dapat digunakan pengunjung warung bersama teman wanita yang diketahui bekerja sebagai pelayan warung. Tak hanya itu, keberadaan warung tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) itu menjadi dasar sehingga dilakukan penertiban dan pembongkaran secara paksa.
Sebelumnya, Dinas Bina Marga Cipta Karya, Jasa Konstruksi dan Penataan Ruang Kabupaten Wajo telah mengeluarkan surat penertiban warung yang tidak memiliki IMB itu. Termasuk menindaklanjuti surat perintah dari Bupati Wajo HA Burhanuddin Unru, sehingga tim terpadu gabungan Satpol-PP, Kodim 1406 dan Polres Wajo melakukan penertiban terhadap warung yang membandel dengan cara dibongkar.

Selain melakukan pembongkaran warung , tim terpadu ini juga menjaring tujuh orang wanita yang diduga sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK). Termasuk, menjaring wanita yang diduga merupakan ‘Mami’ dalam hal ini fasilitator penyedia layanan plus-plus (esek-esek) ini. Kepala Desa Lamata, Isnania mengatakan, pihaknya telah melakukan teguran beberapa kali. Kata dia, termasuk menyuruh pemilik warung mengurus IMB, namun tidak dihiraukan. “Setelah warungnya dibongkar baru meminta bantuan untuk dibantu pengurusannya dan masalah yang dihadapi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol-PP) Wajo Andi Budi Agus membenarkan jika anggotanya melakukan penertiban warung yang tidak sesuai dengan aturan Perda. “Kita turun berdasarkan surat dari dinas terkait dan adanya beberapa laporan serta surat dari pemerintah setempat terkait keberadaan warung ini yang tidak sesuai peruntukannya,” ujarnya. Andi Budi Agus menambahkan, pihaknya melakukan pembongkaran sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Pasalnya, sebelumnya telah sudah dilakukan pendekatan dan teguran dan setelahnya itu dilakukan pengawasan. “Kita sudah pasangkan stiker pengawasan, namun teguran itu tidak dihiraukan. Jadi dilakukan penertiban,” jelas Andi Budi Agus. Berdasarkan informasi yang diperoleh, wanita yang bekerja selaku PSK berkedok pelayan warung ini berasal dari Kota Makassar, Maros dan Palopo. Ironisnya, usia mereka dari 15 hingga 38 tahun. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pembinaan selanjutnya disarankan untuk kembali ke daerahnya masing-masing. (ile/rif)

Click to comment

Most Popular

To Top