Hadapi MEA, Dewan Godok Perda Pemberdayaan Tenaga Kerja di Wajo – ParePos –
Pro Daerah

Hadapi MEA, Dewan Godok Perda Pemberdayaan Tenaga Kerja di Wajo

PAREPOS.CO.ID, WAJO – – Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Wajo mulai membahas Peraturan Daerah (Perda) tentang pemberdayaan tenaga kerja.

Dengan berlakunya MEA sejak 1 Mei 2016, lalu. Maka menjadi konsekuensinya akan terjadi liberalisasi perdagangan barang, jasa, tenaga terampil tanpa hambatan tarif dan non tarif. Akibatnya kompetisi perdagangan di ASEAN akan semakin ketat.

Indonesia akan diserbu dengan arus bebas barang, arus bebas jasa, arus bebas investasi, arus bebas modal dan arus bebas tenaga kerja terampil. Demikian sebaliknya, Indonesia dapat menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara.

Tidak hanya itu, MEA juga membuka pasar tenaga kerja profesional. Ada delapan profesi yang dibuka (free of skill labour) saat MEA mulai bergulir yaitu insinyur, arsitek, perawat, tenaga survei, tenaga pariwisata, praktisi medis, dokter gigi, dan akuntan. Dibukanya delapan profesi tersebut untuk tenaga asing berpotensi mendorong peningkatan pengangguran dari kalangan terdidik.

Menyambut hal tersebut pemerintahan Kabupaten Wajo mulai menyiapkan Perda untuk mengantisipasi berbagai ancaman. Sehingga perlu adanya Perda yang mengatur tentang pemberdayaan tenaga kerja. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kabupaten AD. Mayang.

Lebih lanjut, Legislator partai Demokrat dari dapil IV Kabupaten wajo ini menjelaskan Perda tersebut diharapkan memberi solusi bagi permasalahan ketenagakerjaan dalam menghadapi MEA, demikian diungkapkan saat usai melakukan study komparasi pada Dinas Ketenagakerjaan Propinsi Sulsel Jumat, 10 November 2017.

“Kita berharap, perda ini menjadi bagian solusi dari masalah ketenagakerjaan. Kita akan atur keberpihakan anggaran bagi sektor ketenagakerjaan supaya memastikan informasi pasar kerja, pelatihan tenaga kerja dan kerjasama antara kelompok kepentingan dalam membenahi masalah ketenagakerjaan” ungkapnya.(ile)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!