Kasus Narkoba di Sulbar, Warga Soreang Terancam Hukuman Pidana Mati – ParePos –
Hukum dan Kriminal

Kasus Narkoba di Sulbar, Warga Soreang Terancam Hukuman Pidana Mati

Direktorat Narkoba Polda Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar jumpa pers terkait pengungkapan kasus narkoba diwilayahnya dalam tiga bulan terakhir

PAREPOS.CO.ID,MAMUJU– Direktorat Narkoba Polda Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar jumpa pers terkait pengungkapan kasus Narkoba dalam 3 (Tiga) bulan terakhir, dari bulan September, Oktober dan November 2017. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Narkoba Polda Sulbar AKBP Muhammad Anwar Rekso Widjojo, SH, SIK didampingi Kabid Humas AKBP Hj. Mashura M, SH. Direktur Narkoba Polda Sulbar, AKBP Muhammad Anwar Rekso Widjojo, SH, SI menyebutkan, dalam kurung tiga bulan terakhir ini,kepolisian berhasil mengungkap tiga kasus penyalahgunaan Narkoba di Wilayah hukum Polda Sulbar.

Tiga kasus itu meliputi, pengungkapan di bulan September 2017 di Jl. KH. Muh. Tahir Imam Lapeo No. 13 Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju dimana berhasil meringkus pelaku ‘AGH’ yang sering melakukan transaksi obat-obatan jenis Tramadol (Dodol) dan Trihexylphenidyil (THD). Atas Perbuatannya, pelaku sangkakan 197 Subs 196 UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan Pidana Penjara paling lama 15 Tahun Penjara dan Denda paling banyak Rp. 1.500.000.000,- (Satu Milyar Lima Ratus Juta Rupiah).

Selanjutnya, pada Bulan Oktober 2017 di Dusun Kayumate, Desa Kalukku Barat, Kecamatan Kalukku, Mamuju. Direktorat Polda Sulbar juga berhasil meringkus pelaku ‘BB’ yang sering melakukan transaksi narkoba jenis sabu dan berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 5 sachet dengan berat 10 gram. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) dan 112 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman Pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling ringan 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Dan yang terakhir, pada bulan ini, 6 November 2017, Satuan Reserse Narkoba Polres Matra berhasil meringkus pelaku dengan melakukan pengejaran terhadap ‘ARD’ yang diduga membawa narkoba yang disimpang didalam ransel miliknya. Setelah dilakukan upaya penggeledahan ditemukan bukusan plastik besar berisi shabu dengan berat 200 Gram. Pasal yang disangkakan yakni 114 ayat (2) dan 112 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman pidana mati.

Ditempat yang sama, Kabid Humas Hj. Mashura, SH juga menambahkan, barang bukti tersebut didapatkan tersangka berinisial ‘BB’ dari Kabupaten Sidrap dari lelaki bernama ‘AA’ sedangkan barang bukti milik tersangka ARD didapatkan dari Kota Pare-pare dari lelaki ‘VC’. Selain itu, pelaku dan barang bukti dihadirkan langsung dalam kegiatan tersebut. Dari data yang dihimpun parepos.co.id, salah satu tersangka yang dijerat ancaman hukuman pidana mati berinisial ARD merupakan warga Jln Cempae, Kelurahan Watang Soreang, Kecamatan Soreang, Kota Parepare.(*)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!