Satu Warga Tewas, Polisi Tetapkan 21 DPO dari KKB – Pare Pos
Hukum dan Kriminal

Satu Warga Tewas, Polisi Tetapkan 21 DPO dari KKB

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto

PAREPOS.CO.ID,PAPUA– Seorang warga di Tembagapura, Papua tewas ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat berusaha melarikan diri dari kampung yang dikuasai KKB. “Di Papua kemarin ada satu keluarga yang melaporkan salah seorang keluarganya keluar dari kampung, kemudian telepon dia sampai dimana, ternyata pada saat telepon terdengar bunyi tembakan, setelah itu tidak bisa dihubungi lagi dan saat dilakukan penyisiran ditemukan korban sudah meninggal dunia,”ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto. Pihak kepolisian hingga saat ini masih melakukan upaya persuasif tetapi masih belum juga berhasil berkomunikasi dengan pimpinan KKB. Terkait aksi teror yang dialami warga di wilayah Tembagapura, Mimika, Kepolisian Daerah (Polda) Papua telah menetapkan 21 orang terduga pelaku dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Adapun identitas 21 buron tersebut antara lain Ayuk Waker, Obeth Waker, Ferry Elas, Konius Waker, Yopi Elas, Jack Kemong, Nau Waker, Sabinus Waker, Joni Botak, Abu Bakar alias Kuburan Kogoya, dan Tandi Kogoya. Selain itu ada pula nama-nama seperti Tabuni, Ewu Magai, Guspi Waker, Yumando Waker alias Ando Waker, Yohanis Magai alias Bekas, Yosep Kemong, Elan Waker, Lis Tabuni, Anggau Waker, dan Gandi Waker. “Kami menghimbau kepada mereka untuk segera menyerahkan diri. Agar tak jatuh korban,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Kombes Pol Kamal, dikutip dari halaman multimedianews.polri.go.id, Minggu 12 November.

Kombes Pol Kamal menjelaskan, para buronan ini diketahui terlibat dalam sejumlah aksi teror terhadap warga sipil di Tembagapura. Sebagian di antara mereka bahkan terdeteksi pernah terlibat aksi penembakan pada September dan Oktober lalu. Menurutnya, aksi kelompok bersenjata ini berdampak pada gangguan aktifitas warga sekitar yang ingin mendapatkan kebutuhan pokok sehari-hari. “Polisi berencana menjerat mereka dengan pasal pidana penguasaan senjata api sebagaimana diatur dalam UU Darurat serta larangan menghalangi-halangi aktifitas orang lain. Sanksi terberat bisa berujung hukuman mati,” jelasnya. Ia pun menilai aksi kelompok ini bisa membahayakan keselamatan warga sipil di Tembagapura. Polisi akan memburu keberadaan mereka untuk menghindari potensi jatuhnya korban. Ia berharap kelompok ini bersedia meletakkan senjata dan menyerahkan diri kepada petugas. “Papua memerlukan situasi damai, apalagi menjelang perayaan hari besar Natal dan tahun baru 2017,” pungkasnya.(*)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!