Setelah Clya, PMI Parepare Programkan Alat Refigerated Centrifuge – ParePos –
Ajatappareng

Setelah Clya, PMI Parepare Programkan Alat Refigerated Centrifuge

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE– Sebuah terobosan baru dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) kota Parepare dengan mengadakan alat pemisah komponen darah atau refigerated centrifuge. Alat ini biasanya dibutuhkan oleh pasien yang terkena penyakit HB rendah atau anemia atau pasien yang kekurangan sel darah putih (trombosit) seperti pada penderita demam berdarah yang memerlukan trombosit dalam darah.

Untuk mendukung itu, ketua PMI Parepare Taqyuddin Jabbar berjanji akan mengadakan alat refigerated centrifuge untuk melengkapi sarana pendukung di unit transfusi darah PMI Parepare. Alat ini akan mengolah darah menghasilkan trombosit, sehingga pasien atau keluarganya tidak perlu lagi kedarah lain.

TQ menjelaskan alat tersebut saat ini belum tersedia di PMI Parepare karena harganya yang cukup mahal mencapai Rp 1 miliar. Namun dalam waktu dekat pihaknya akan menyiapkan alat itu untuk membantu warga Parepare agar tidak lagi harus ke daerah lain seperti Kabupaten Pinrang bila memerlukan trombosit. Namun, PMI Parepare telah memiliki alat pengukur sentivitas darah yang sangat penting untuk mengetahui apakah darah seseorang terinfeksi penyakit atau tidak yang baru dibeli sekira 3 bulan lalu.”Beda dengan kabupaten Pinrang karena unit transfusi darah (UTD) ditangani oleh RSUD dan dianggarkan melalui APBN untuk pengadaan alat itu. Kalau kami di PMI baru punya alat untuk mengukur sensitivitas darah yang disebut Clya yang mendeteksi penyakit HIV, Sipilis, Hepatitis B, dan Hepatitis C,” ujar calon Walikota Parepare ini.

Lanjut dia bulan depan alat pemisah komponen darah (refigerated centrifuge) akan dibeli PMI Parepare dengan cara menyicil karena baru saja membeli alat yang disebut Clya itu yang harganya ditaksir mencapai Rp 600 juta. TQ juga mengungkapkan kalau PMI Parepare belum pernah ada bantuan APBD atau hanya mengandalkan manajemen sendiri. “Masalahnya kami tidak pernah didukung oleh APBD dan berdiri sendiri,” akunya.

Direktur RSUD Parepare dr Reny Anggraeni yang dihubungi mengatakan RSUD Parepare memang belum memiliki unit transfusi darah rumah sakit (UTDRS) seperti layaknya RSUD Pinrang. Namun kata dia, pihak RSUD tetap bekerjasama dengan UTDRS rumah sakit Lasinrang, Pinrang. “Kami bekerjasama dengan UTDRS Pinrang, karena RSUD Parepare belum memiliki itu,” ungkapnya.

Prev1 of 2

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!