Sosok Bersahaja, Bupati Barru H Suardi Saleh – ParePos –
Tomalebbi'ta

Sosok Bersahaja, Bupati Barru H Suardi Saleh

H Suardi Saleh bersama istri

PAREPOS.CO.ID,BARRU– Tidak ada reaksi berlebihan dari sosok bersahaja H Suardi Saleh. Padahal, Rabu hari ini, 15 November, pria kelahiran Lampoko, Barru, 2 Desember 1956 ini, resmi menyandang Bupati Barru definitif.
Hari bersejarah bagi mantan Kepala Bappeda Pinrang ini, ditanggapi dengan rasa syukur kepada Allah SWT, tanpa ada euforia berlebihan. Bagi dia yang terpenting adalah kebersamaan dengan semua elemen masyarakat untuk melanjutkan pembangunan Kabupaten Barru lebih baik. “Iya program prioritas saya adalah melanjutkan visi misi yang telah kita bangun bersama. Mari bersama bangun Kabupaten Barru yang lebih baik lagi,” kata Suardi Saleh kepada PARE POS lewat telepon, kemarin.

Dia mengaku, tidak ada persiapan berlebihan menyambut pelantikan dirinya hari ini. Suardi akan dilantik oleh Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo atas nama Menteri Dalam Negeri di Kantor Gubernur Sulsel, Makassar.
Suardi selama satu tahun dua bulan lebih menjabat Plt Bupati Barru. Suardi menjabat Plt Bupati Barru sejak Agustus 2016, menggantikan bupati sebelumnya, H Andi Idris Syukur yang tersangkut masalah hukum. Suardi akan melanjutkan kepemimpinan Idris Syukur hingga berakhirnya periode pemerintahan 2021 mendatang.  Duet Idris Syukur-Suardi Saleh adalah pemenang Pilkada Barru 2015. Keduanya meraup suara 38.725 (38,26 persen), mengungguli dua rivalnya HM Malkan Amin-A Salahuddin Rum dengan 37.907 suara (37,45 persen) dan HA Anwar Aksa-H Adhan Arman yang meraih 24.584 suara (24,29 persen).

Soal wakil bupati yang akan mendampingi Suardi di sisa masa pemerintahan, itu akan dilantik kemudian. Ada dua nama yang sudah diusulkan partai pengusung Idris-Suardi untuk menjadi pendamping Suardi. Keduanya adalah Hj Nur Hasbiah Main dan Hj Hamsiati. Keduanya adalah kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS). “Soal wakil itu ada mekanismenya. Jelasnya sudah ada dua nama yang diusulkan, Insya Allah kita berharap secepatnya ada wakil bupati definitif,” harap Suardi.  Suardi Saleh dalam beberapa kesempatan mengaku, tak ingin menambah daftar panjang banyaknya kepala daerah dan wakil kepala daerah pecah kongsi di tengah jalan, hanya karena wakil bupatinya salah menempatkan diri di pemerintahan. “Saya tidak mau mengecewakan rakyat di tengah jalan. Itulah kenapa saya pelajari betul aturan dan undang-undang pemerintahan, agar saya bisa membantu bupati secara maksimal menjalankan roda pemerintahan,” aku jebolan arsitektur Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin ini.

Besan Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla (JK) ini, memang bukan orang baru di pemerintahan. Pengalamannya sebagai pamong tak perlu diragukan lagi. Suardi dikenal matang sebagai birokrat. Dia sudah mengabdikan diri sebagai pamong selama 29 tahun. Sepanjang kariernya, sudah tujuh bupati didampingi di dua daerah, yakni Maros dan Pinrang. Putra asli Balusu, Barru ini, semenjak menjadi abdi negara, selalu dipercaya oleh atasannya menduduki jabatan strategis. Itu sebabnya, suami drg Hj Hasnah Syam MARS ini, lama menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Maros, dan Kepala Dinas PU Pinrang.

Selain itu, dia pernah diamanahkan menjadi asisten di Pemkab Pinrang, dan terakhir sebelum ditetapkan kandidat di Barru, Suardi mengemban jabatan sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pinrang.
Selain teruji di pemerintahan, dia juga matang di organisasi. Itu karena sederet organisasi pernah dikendalikannya, baik saat masih menjadi mahasiswa di Universitas Hasanuddin, maupun ketika tercatat sebagai birokrat.
Saat menjadi mahasiswa, Suardi merasakan pahit-manisnya sebagai aktivis, baik di kampusnya maupun ketika dipercaya menjadi Ketua 1 Gabungan Pelajar Mahasiswa Barru (Gapembar). Tak mengherankan jika kehidupan aktivis mahasiswa sangat dipahaminya.

Tak hanya itu, saat menjadi Kepala Dinas PU di Maros, Suardi juga dipercaya menjadi Ketua AMPI Maros. Begitu juga di Pinrang, dia adalah Ketua Persatuan Insinyur Indonesia, dan Ketua Kerukunan Keluarga Barru Cabang Pinrang, serta pengalaman organisasi lainnya. Pengalaman sebagai aktivis dan organisatoris itu membuat Suardi tidak kaku ketika menduduki posisi di pemerintahan. Dia mampu menyandingkan darah aktivis dan jiwa birokrat. “Alhamdulillah, pengalaman itu semua banyak membantu ketika menduduki beberapa jabatan di pemerintahan,” urai Suardi. Mertua Dr Sabrina Natsir Kalla itu mengaku, birokrat yang punya pengalaman di organisasi dianggap bisa lebih mudah dalam berinteraktif, dan setiap saat bersedia dikritik serta berdialog. “Pejabat itu jangan mau menutup diri dengan bawahan dan masyarakat. Mesti setiap saat berkomunikasi, sharing agar amanah yang diberikan bisa berjalan maksimal,” tandasnya.(*)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!