Dua Pendaki Lakukan Expedisi Tracking Lintas Sulsel

by

PAREPOS.CO.ID, PANGKEP — Dua pendaki asal Jakarta dan Nganjuk Jawa Timur lakukan expedisi tracking lintas dengan berjalan kaki, tujuan ke Gunung Latimojong Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dua pendaki itu bernama Muh Syahrul Ramadhan asal Jakarta dan Rochmad asal Nganjuk Jawa Timur, dijumpai oleh Parepos.co.id saat melintas di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

Tampak kedua pendaki itu, dengan penuh keyakinan, melakukan perjalanan dengan berjalan kaki, demi mencapai tujuan.

Perjalanan ini kata Syahrul bertujuan memotivasi anak muda jaman sekarang yang serba kecukupan. Bahwa, tanpa uang dan perlengkapan yang super lengkap alat pendakian ke gunung idaman dapat dilakukan.

“Ini perjalanan kedua bagi saya, setelah sebelumnya dari Jakarta ke Rinjani. Tujuannya menunjukkan pada anak muda, bahwa dengan keterbatasan dan uang kita juga bisa naik gunung,”ujar Syahrul.

Lanjut dijelaskan, perjalanan ini merupakan ekspedisi nol rupiah. Mereka akan menempuh perjalanan 1 bulan 2 minggu. Star dari pantai Losari Makassar pada tanggal 15 Februari lalu dan diperkirakan tiba di gunung Latimojong tanggal 10 Maret. Mengingat mereka hanya bisa menempuh 20 hingga 25 kilo meter per harinya.

“Sudah sejak tanggal 7 di Makassar hingga sampai disini. Waktu kita tinggal 1 bulan untuk finish di Toraja. Bila kuat, kembalinya nanti kita akan kembali berjalan kaki,”tuturnya.

Perjalanan ini kata Syahrul, telah direncanakan dengan matang. Bahkan ke depan usai menahlukkan gunung Latimojong, mereka menargetkan akan menaklukkan gunung Kerinci yang sempat batal sebelumnya.

Sementara itu Rochman, mengatakan, ekspedisi ini merupakan perjalanan pertamanya. Ia mengaku, sambutan masyarakat Makassar hingga Kabupaten Pangkep kepada mereka sangat ramah. “Saya akui orang Sulsel ramah, dan perhatian. Kami tidak tahu, sampai di Makassar ada teman teman Pecinta Alam yang datangi kita dan begitu ramah, begitu pun di Pangkep ini, kita sampai disusgukan minuman dan makanan,”ujar Rochman.

“Disini saya menemukan inspirasi, bahwa gununglah yang mempersatukan kita. Tidak ada perbedaan ras dan suku di gunung, tak ada konflik dan pertikaian,”tambahnya. (awi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *