Ini Tagline Mahasiswa Pulkam ‘Lao Sappa Deceng, Lisu Mappadeceng’ di Pangkep

by

PAREPOS.CO.ID, PANGKEP — Lima mahasiswa asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) yang melaksanakan studi di Makassar, gencar lakukan gerakan literasi di kampung halamannya. Dengan membuat komunitas pulang kampung dengan tagline ‘Lao Sappa Deceng, Lisu Mappadeceng’.

Kelima mahasiswa ini pun, dengan cara unik pulang kampung dengan membawa buku buku didalam tasnya. Tujuannya, untuk lapak buku di Taman Musafir sebagai jantung kota, dengan gerakan literasi. Gerakan itu pun mulai digalakkan pada bulan Januari 2018 lalu, dan kembali mereka menggagas pulang kampung season dua.

Hasanuddin, salah satu inisiator Komunitas Pulang Kampung yang juga tergabung dalam Organisasi Daerah IPPM Pangkep Koordinator UNM menyampaikan bahwa buku-buku tersebut nantinya akan mereka lapak di taman Musafir Pangkep.
“Buku-buku ini sengaja kami bawa dari Makassar untuk persiapan lapak baca di Taman Musafir sebagai salah satu rangkaian Kampanye Literasi di Pangkep,”ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Pulang Kampung halaman season 2 yang nantinya digelar Sabtu, 31 Maret di Taman Musafir Pangkep sedikit berbeda dari Pulang Kampung halaman season 1 Januari lalu, “Jadi, ada sedikit perbedaan Pulang Kampung di halaman 2 ini. Kali ini Kampanye Literasi kami tidak sekadar Lapak Baca, tapi juga menyebarkan luaskan informasi terkait pentingnya literasi khususnya membaca,”jelasnya.

Inisiator lainnya, Ayu Lestari mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi UNHAS ini, menjelaskan bahwa ia menginisiasi komunitas ini bersama 4 rekan lainnya yang juga mahasiswa rantau, “Kami ada 5 orang, saya sendiri, Muhammad Akbar, Hasdar, Hasanuddin, dan Azhar Afif Jaelani yg sama-sama perantau di Makassar, untuk menimbah ilmu,”ujarnya.

Ayu Lestari menambahkan, sebagaimana perantau pada umumnya, seseorang akan meninggalkan kampung halaman dengan niat mencari kebaikan. Hal itulah yang mereka usung sebagai tagline Lao Sappa Deceng, Lisu Mappadeceng.

“Tagline yang kami usung ini, sebenarnya adalah sebuah niatan suci yang seharusnya terpatri pada jiwa setiap perantau ketika ingin meninggalkan kampung halaman, yakni dengan harapan ketika pulang ke kampung dapat memberi kebaikan pula,”ungkap Ayu.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam Kampanye Literasi kali ini. “Kepada masyarakat Pangkep, mari sama-sama kita Mengkampanyekan pentingnya literasi, Semoga Gerakan Pulang Kampung, Lao Sappa Deceng Lisu Mappadeceng dapat memberi warna baru untuk gerakan literasi di Pangkep. Tujuannya membudayakan literasi, dimulaii dari memantik minat baca masyarakat. Dan juga saat ini kami sedang mempersiapkan pengadaan rumah baca di Pangkep,”jelasnya.

Mereka juga berharap, secara umum semoga teman-teman perantau dapat pulang kampung bersama komunitas kami menanam kebaikan di kampung halaman.

Secara khusus di bidang literasi. “Kami berharap agar dapat memberi warna baru untuk gerakan literasi di Pangkep. Budaya literasi menjadi bagian penting dari peningkatan sumber daya manusia,”harganya. (awi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *