Pilkada Wajo, Karena ini Kapolsek Tempe Gandeng Tokoh Agama – Pare Pos
Pilkada Wajo

Pilkada Wajo, Karena ini Kapolsek Tempe Gandeng Tokoh Agama

PAREPOS.CO.ID, WAJO — Kepolisian Sektor (Polsek) Tempe, Kepolisian Resort (Polres) Wajo mengandeng tokoh agama dalam rangka mencegah radikalisme, provokasi berita hoax, fitnah, ujaran kebencian dan politik sara di Kota Sengkang, Tempe, Kabupaten Wajo.

Keberadaan dan keaktifan tokoh agama dinilai memiliki peran strategis dalam mengantisipasi berkembangnya pemikiran anti-Pancasila dan anti-NKRI serta politik sara dalam penghelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Kabupaten Wajo.

Kapolsek Tempe Iptu Syaifullah Syam mengakui, jika selalu berdiskusi dengan para tokoh agama khususnya di wilayah Kecamatan Tempe. Kata Syaifullah, Polri tidak mungkin bekerja sendiri sehingga peran serta tokoh agama sangatlah dibutuhkan.

“Apalagi dalam menghadapi Pilkada di Kabupaten Wajo yang tidak menutup kemungkinan ada oknum yang memanfaatkan situasi dengan melakukan hal yang tidak benar atau melanggar hukum,”ujarnya

Menurut Syaifullah, tokoh lintas agama yang ditemui untuk sepakat menolak paham radikal, politik sara serta berita hoax ataupun ujaran kebencian. Kata dia, pemikiran itu dinilai tidak sesuai dengan tujuan dan cita-cita para pendiri bangsa dan dapat mengganggu situasi kamtibmas yang selama ini kondusif.

“Para toko lintas agama yang ditemui menyatakan komitmennya menolak paham radikal, politik sara, ujaran kebencian dan berita hoax karena hal tersebut tidak sesuai ajaran yang dianut para tokoh lintas agama tersebut,”jelasnya

Sebagaimana diketahui, lanjut Syaifullah, agama telah mengajarkan harus meninggalkan keserakahan dan iri hati. Karenanya, lanjut dia, hal itulah yang kemudian akan memunculkan radikalisme, politik sara dan perbuatan lain yang dilarang baik agama maupun negara.

“Terkhusus isu politik sara, ujaran kebencian dan berita hoax di Tanah Air menghangat lagi usai ditankapnya sekelompok orang yang mengatasnamakan agama yang menyebarkan berita hoax dan ujaran kebencian di media sosial dengan tujuan tertentu,”tutupnya (ile)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!