Harga Gabah Anjlok, HMI Blokir Jalan Trans Sulawesi di Maros – Pare Pos
Pro Daerah

Harga Gabah Anjlok, HMI Blokir Jalan Trans Sulawesi di Maros

PAREPOS.CO.ID, MAROS — Anjloknya harga gabah yang dinilai meresahkan para petani membuat puluhan pemuda yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Butta Salewangang melakukan aksi demo di Pertigaan Tugu Kuda dan depan Kantor Bupati Maros, Jalan Jendral Sudirman Maros. Selasa 3 April 2018.

Meski diguyur hujan lebat, aksi demonstrasi yang diwarnai pembakaran ban tersebut juga sempat melakukan pemblokiran jalur Trans Sulawesi dan menyandera sebuah unit Mobil truck sehingga membuat arus lalulintas dialihkan.

Jendral Lapangan Jufriadi Juma, menilai anjloknya harga gabah dari Rp 4.800 ke Rp 3.700 perkilogram dapat mengancam para petani merugi, anjloknya harga gabah, membuat petani tidak bisa menikmati hasil kerja kerasnya selama empat bulan. Padahal petani, hanya mengandalkan hasil panennya. “Kalau harga gabah anjlok, dampaknya pasti ke petani. Petani sudah lama merawat padinya dengan biaya yang cukup banyak, namun saat panen, harga memprihatinkan,” katanya.

Para mahasiswa ini menduga, jika anjloknya harga di Kabupaten Maros ini diduga akibat adanya ulah oknum pemerintah yang memainkan harga demi meraup keuntungan pribadi. Oknum menurunkan harga gabah tanpa memikirkan dampak dan nasib petani, selain biaya, petani juga rugi tenaga. Setiap hari, petani mengontrol padinya untuk hasil maksimal.

“Oleh karena itu, kami dari HMI Buttasalewangang, menolak penurunan harga gabah. Kasihan petani kita. Sebagian besar warga Maros, berprofesi sebagai petani. Namun hasil kerja kerasnya tidak dihargai dengan maksimal,” beber Jufri dalam orasi yang menarik perhatian pengendara.

Para demonstran juga meminta kepada Bulog Maros untuk memberi kejelasan terkait anjloknya harga gabah. Mereka juga meminta Perpadi, untuk tidak melarang petani menjual gabahnya ke luar daerah. “Kami juga meminta kepada pemerintah untuk segera menetralisir harga gabah petani di Maros. Saat ini, petani Maros menjerit dan panik melihat harga gabah yang terus berkurang,” ungkapnya.

Jufriadi juga melayangkan ancaman jika tuntutannya tidak dilakukan oleh pihak terkait dalam waktu 3×24 jam, para mahasiswa ini akan kembali turun melakukan hal serupa. “Apabila tuntutan kami tidak dilakukan dalam waktu 3×24 jam, maka kami akan turun aksi lagi, dengan jumlah massa yang lebih banyak,” tutupnya.

Dalam aksi tersebut pihak pengaman dari Polres Maros melakukan pengalihan jalur lalulintas dan berhasil mengawal aksi hingga pukul 16.30 wita. (tip)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!