Hari Kartini, FAS: Jangan Sia-siakan Perjuangan Ibu – Pare Pos
Tomalebbi'ta

Hari Kartini, FAS: Jangan Sia-siakan Perjuangan Ibu

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE — Memaknai hari Kartini yang diperingati setiap 21 April diambil dari hari lahir Raden Ajeng Kartini, seorang tokoh nasional yang memperjuangkan hak-hak perempuan bisa seperti laki-laki, utamnya dalam mengenyam pendidikan dikala itu.

Ditanya soal makna dari hari Kartini, Faisal Andi Sapada teringat akan perjuangan ibundanya Andi Siti Nurhani Sapada, selain merupakan ibu yang berjuang membesarkan anak-anaknya, sosok Nurhani juga merupakan pejuang kaum hawa di Sulawesi Selatan di masa menuju kemerdekaan kala itu. Siti Nurhani Sapada merupakan pencipta tari di tanah Bugis-Makassar. Meski kala itu ruang gerak perempuan dibatasi termasuk pagelaran tarian, apalagi jika ia seorang keturunan bangsawan.

Namun berkat perjuangan almarhuma kala itu akhirnya wanita Sulsel bisa tampil membawakan seni budaya dikanca Nasional, dan  ruang geraknya pun mulai mendapat titik terang. Dia merupakan salah satu penari Istana Negara semasa pemerintahan Presiden Sukarno. Atas prestasi dan pengabdiannya, Andi Siti Nurhani Sapada menerima penghargaan Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden Republik Indonesia (2009).

Kecintaannya terhadap seni pun akhirnya ia membuka sekolah sanggar seni bagi putri-putri di Ujungpandang (Makassar) Sulsel. Dari puluhan tarian yang ia ciptakan, beberapa diantaranya akrab dipraktekkan di setiap kegiatan-kegiatan resmi pemerintahan, utamanya saat penyambutan tamu, yakni tari Pakarena, Pattuddu, Padendang, Bosara, Pabbekkenna, Pattennung, Dendang-Dendang, Pasuloi, Angina Mamiri dan lainnya.

Selaku putra dari ibu pejuang. Faisal mengingatkan agar tidak menyia-nyiakan perjuangan para kaum wanita yang juang melahirkan, membesarkan dan mendidik anak-anaknya. “Jasa ibu tidak mungkin bisa dibalas. Untuk itu jangan pernah sia-siakan perjuangan wanita, paling tidak perjuangan untuk keluarganya,” ujar Faisal, Sabtu 21 April 2018.

Menurutnya, emansipasi wanita patut dihargai, sumbangsih pikiran dan tenaga patut diberi apresiasi. Terbukti sudah banyak kaum wanita yang sukses menjadi pejabat bahkan sudah banyak yang sukses menjadi kepala daerah maupun kepala negara. “Pertahankan emansipasi wanita ini salahsatu wujud penghargaan bagi kaum wanita. Memberi kesempatan berkarya  merupakan bentuk penghargaan dan penghormatan bagi kaum wanita,” bebernya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!