FPU Kecam Imbauan Pelarangan Takbir Keliling di Kota Parepare – Pare Pos
Metro Pare

FPU Kecam Imbauan Pelarangan Takbir Keliling di Kota Parepare

Pertemuan FPU Kota Parepare

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE — Terkait surat edaran Sekretariat Daerah (Sekda) Kota Parepare yang mengacu pada surat gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) yang mengimbau kepada Bupati/Walikota untuk tidak melaksanakan pawai takbir keliling dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1439 H/2018 M. Sebagai upaya mengantisipasi timbulnya ancaman , tantangan, hambatan, dan gangguan sehingga situasi trantibmas dapat terjaga dengan baik.

Forum Peduli Umat (FPU) Kota Parepare dalam konfrensi pers, yang dihadiri Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), pengurus Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Parepare, dan Hatip Masjid Taqwa Lakessi Ustadz Bahtiar, Rabu 14 Juni,malam di Jalan Agusalim, samping Masjid Islamic Centre Kota Parepare.

Ketua FPU Parepare, Abd Rahman Mappagiling mengatakan, takbir keliling itu adalah syiar agama, dan sebagai umat beragama kecewa dengan surat ederan dari Sekda Parepare yang melarang takbir keliling. Jangan dengan kepentingan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), takbir keliling tidak dilaksanakan. FPU menyatakan sikap mengenai imbauan larangan pawai keliling, itu menyakiti umat islam. “Kami sebagai umat Islam sangat kecewa dengan surat edara tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Kordinator aksi FPU Parepare HA Rahman Saleh, menyesalkan dengan keluarnya imbaun dari Sekda Parepare yang merujuk dari Gubenrnurs Sulsel, tanpa ada pembahasan dari Ormas Islam di Kota Parepare. “Ini seolah-olah menjadi pembenaran bahwa umat Islam itu adalah radikal dan harus di waspadai, dengan melakukan pembatalan takbir keliling. FPU sebagai wadah umat bela Islam dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menolak dan menyeslakan terkait imbaun Gubernur Sulsel, ini terkesan bahwa umat islam dapat menimbulkan ancaman. Apalagi Pemkot Parepare juga ambil sikap terkait dengan imbauan itu tanpa ada pertemuan dengan tokoh agama, dan sebelum mengambil sikap kita harus duduk bersama sehingga bisa mencarikan solusinya,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, walapun ada pembatalan pawai takbir keliling, pihaknya akan tetap melakukan takbir keliling di Kota Parepare. Pasalnya, takbir keliling ini adalah kegembiraan umat Islam dan sudah menjadi syiar Islam. Jadi FPU dengan tegas mengecam imbauan yang dikeluarkan oleh Gubernur Sulsel dan Sekda Parepare terkait dengan syiar Islam, meminta Pemkot Parepare untuk membatalkan surat ederan tersebut, seolah-olah umat islam adalah radikal.

“Meminta aparat dari TNI/POLRI untuk mengawal takbir keliling ini, karena Kamis 5 Juni, kita akan melakukan pertemuan dengan Kapolres untuk mengawal takbir keliling tersebut. FPU akan tetap melakukan takbir keliling demi kepentingan umat islam, dan untuk di wilayah Sulsel ada beberapa daerah yang juga akan melakukan takbir keliling demi keumatan, umat Islam,” katanya.

Selain itu Hatip Masjid Taqwa Lakessi Ustadz Bahtiar, menyampaikan, Takbir keliling ini adalah kewajiban umat Islam untuk menyambut dan memeriahkan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1439 H. Dengan pembatalan tersebut para pengurus masjid di Kota Parepare merasa terpukul. “Masa dengan selembar kertas mau melawan siar islam, dan kita akan tetap melakukan pawai takbir keliling sesuai dengan arahan FPU, karena ini ritual agama Islam yang setiap tahun dilakukan.”bebernya.

Pengurus FPU Parepare Rudi Najamuddin, menyampaikan dengan larangan pawai takbir keliling tersebut teringat dengan negara kominis Syuria semua syiar Islam dilarang, seperti salat di larang.”Dengan larangan ini, orang-orang dari masjid itu diangap sumber atau ancaman, apakah umat islam adalah ancaman NKRI. Seakan akan umat islam dianggap identik dengan tororis,”katanya.(Kontributor Hasruddin)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!