49 Daerah Ajukan PHP ke MK, Lima di Sulsel – Pare Pos
Pilwalkot Parepare

49 Daerah Ajukan PHP ke MK, Lima di Sulsel

Gedung Mahkamah Konstitusi

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE– Pilkada serentak di Sulsel belum usai. Itu lantaran KPU masih harus menunggu surat dari Mahkamah Konstitusi (MK), apakah ada paslon yang tak menerima hasil rekapitulasi suara oleh KPU dan mengajukan gugatan ke MK. Berdasarkan pantauan di website resmi MK, Rabu, 11 Juli 2018, lembaga ini telah menerima sebanyak 49 permohonan  dari berbagai daerah yang tahun ini melaksanakan pilkada serentak.  Sementara lima daerah di Sulsel yakni Kota Parepare, Kabupaten Sinjai, Kabupaten Bantaeng, Kota Makassar dan Kabupaten Pinrang sudah dimohonkan PHP ke MK.

Di Parepare, pasangan calon (Paslon) yang mengajukan gugatan ialah Paslon Faisal Andi Sapada-Asriady Samad. Paslon nomor urut 2 ini mendaftar 6 Juli 2018 dengan nomor perkara 2/PAN/PHP-KOT/2018. Adapun di Pilkada Sinjai, Paslon yang mengajukan gugatan ialah Takyuddin Masse-Mizar Roem. Paslon TAKBIR ini mendaftar 9 Juli 2018 dengan nomor perkara 13/PAN/PHP-BUP/2018. Bergeser ke Bantaeng, Paslon yang menggugat ialah Andi Sugiarti Mangun Karim-Andi Mappatoba. Pasangan ini mendaftar 9 Juli 2018 dengan nomor perkara 19/PAN/PHP-BUP/2018.

Sementara di Makassar, Paslon tunggal, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) yang tidak menerima hasil pilkada juga menggugat ke MK. Paslon yang diusung 10 parpol ini mendaftar 10 Juli 2018 dengan nomor perkara 33/PAN/PHP-KOT/2018. Begitupun Paslon Mohammad Ramdhan Pomanto dan Indira Mulyasari Paramastuti Ilham. Juru bicara Appi-Cicu, Arsony membenarkan adanya gugatan paslon tunggal itu di MK. “Ia benar, tim kami sudah mengajukan gugatan ke MK dan telah teregistrasi,” ujar Arsony.

Politisi PDIP itu optimis jika MK akan menerima gugatan Appi-Cicu. Adapun materi gugatan yakni soal kecurangan yang dilakukan oleh oknum dibelakang kolom kosong. “Jadi kami akan buktikan semua. Ada bukti segala macam, ini membuat kami optimis MK kabulkan gugatan kami,” tuturnya. Jubir TAKBIR, Ellia Oscar mengatakan, pihaknya menggugat KPU perihal pembatalan paslon nomor urut 2, Sabirin Yahya-Mahyanto, namun tetap diikutkan dalam pemilihan suara.

Poin penting dalam laporan atau gugatan ke MK, kata Ellia yaitu mempersoalkan cacat prosedur pemungutan dan penghitungan suara oleh KPU Sinjai. “Jadi KPU mengeluarkan hasil putusan yang cacat hukum karena mengikutsertakan pasangan calon yang telah dibatalkan oleh termohon (KPU) sendiri sehingga mempengaruhi terpilihnya pemohon (Paslon TMS-Mizar Roem) dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sinjai,” jelas Ellia Oscar.

Prev1 of 3

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!