HANI 2018, Soni: Narkoba Ancam Ketahanan Nasional – Pare Pos
Pro Daerah

HANI 2018, Soni: Narkoba Ancam Ketahanan Nasional

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE– Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Soni Sumarsono menghadiri puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di GOR balai rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Baddoka Makassar, di Jalan Batara Bira, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis 12 Juni 2018. Peringatan HANI 2018 ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Sulsel, HM Roem dan Asisten Operasi Lantamal VI Makassar, Kolonel Laut (P) Musleh Yadi.

Peringatan HANI tahun ini untuk tingkat internasional mengangkat tema “Listen First-Listening to Children and Youth is The First Step Help Them Grow Healthy and Safe” sedangkan untuk tema nasional ‘Menyatu dan Menggerakan Seluruh Kekuatan Bangsa Dalam Perang Melawan Narkoba Untuk Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang Sehat Tanpa Narkoba’. Peringatan HANI seyogyanya diperingati pada tanggal 26 Juni 2018 lalu.

Soni Sumarsono dalam sambutannya mengatakan, narkoba adalah musuh bersama karena merongrong Pancasila, yang mana peredaran narkoba telah mengancam ketahanan nasional dalam berbangsa dan bernegara. “Karena itulah, narkoba menjadi musuh bersama yang harus dilawan oleh semua elemen bangsa,” katanya. BNN hadir sebagai sahabat semua elemen bangsa, termasuk Gubernur. BNN telah berjuang untuk menyelematkan generasi bangsa dari narkoba. “Narkoba adalah musuh negara karena merongrong Pancasila. BNN adalah sabat kita,” sebut Sumarsono.

Sumarsono menyampaika BNN dalam memenangkan peredaran melawan narkoba di Indonesia lebih banyak dilakukan secara preventif. Sementara, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan (Sulsel), Brigjen Pol Mardi Rukmianto mengatakan, peringatan HANI memiliki makna akan keprihatinan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika sehingga dibutuhkan sebuah gerakan untuk menyadarkan seluruh umat manusia di dunia ini untuk membangun solidaritas dalam rangka mencegah dan memberantas narkoba yang menjadi ancaman bangsa.

Narkoba juga dapat digunakan sebagai salah satu proxy war atau teknik melumpuhkan kekuatan bangsa dengan menggunakan kekuatan pihak ketiga.”Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba merupakan kejahatan luar biasa atau extraordinary crime yang mengancam dunia dan bisa digunakan sebagai salah satu proxy war untuk melumpuhkan kekuatan bangsa,” sebutnya. Kondisi geografis Indonesia dan Sulsel yang terbuka merupakan peluang bagi sindikat narkoba internsional untuk menjadikan Indonesia, khususnya Sulsel sebagai pangsa pasar peredaran gelap.

Prev1 of 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!