Ini Alasan LO Paslon Tuding KPU Pangkep tak Maksimal di Pilgub – Pare Pos
PILGUB

Ini Alasan LO Paslon Tuding KPU Pangkep tak Maksimal di Pilgub

PAREPOS.CO.ID, PANGKEP– Liason Officer (LO) dari masing-masing pasangan calon (Paslon) Gubernur Sulsel menuding kinerja Komisi Pemilih Umum (KPU) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) tidak maksimal dalam proses pendataan dan distribusi surat format model C6 atau undangan pemilih untuk mencoblos.

Hal itu terungkap saat rapat pleno rekapitulasi hasil perhitungan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Sulsel yang digelar oleh KPU di Aula sekretariat Kantor KPU Pangkep, Kamis 5 Juli. Terungkap, pada data yang diterakan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bungoro, KPU Pangkep, terdapat jumlah surat format model C6 sebanyak 2 ribu lebih yang tidak terdistribusi dan diantara itu terdapat data sebanyak 800 lebih surat format model C6 yang diberi keterangan ‘Tidak dikenal’.

LO paslon nomor urut 1 NH-Azis, Rahmat Nur, mengkritik banyaknya surat undangan C6 yang tidak terdistribusi. Ia mengatakan, jika ini menunjukkan bahwa ketidak maksimalan pihak penyelenggara. Pasalnya, dari jumlah sebanyak itu, lanjut dikatakan Rahmat nur, dimana disatu wilayah kecamatan Bungoro, sangat tidak etis pihak penyelenggara ditingkat kecamatan itu tidak mampu mendistribusikan surat C6 tersebut hingga ke pemilih.

“Ini harus jadi bahan evaluasi, disatu sisi kita ingin tingkatkan partisipasi pemilih, namun pihak penyelenggara sendiri yang tidak maksimal. Bukan soal, siapa yang akan dipilih oleh calon pemilih itu, melainkan gimana masyarakat mau sadar akan pentingnya demokrasi dan satu menentukan pemimpin kedepannya jika kita saja selaku pelaku demokrasi yang kurang maksimal,”tukasnya.

Sementara itu, H Ali, LO paslon nomor urut 4 IYL-Cakka, mengkritik soal adanya data surat C6 tidak terdistribusi dengan keterangan ‘tidak dikenal’ sebanyak 800 an. “Saya yakin, tahapan itu berproses, sebelum dimasukkan keqp daftar pemilih tetap (DPT). Jika itu prosesnya demikian, maka data itu akan gugur sejak pada tahapan daftar pemilih sementara. Dan tidak dimasukkan lagi ke data DPT dan mendapat surat C6. Ini, artinya pada saat pendataan pihak penyelenggara dilapangan yang tidak teliti dan maksimal. Bagaimana bisa pemilih itu tidak dikenal, lantaran dimasukkan di data DPT,”ungkapnya.

Hal lain pun dikritik oleh LO paslon nomor 2 Agus-Tenribali, yang mengkritisi soal lambannya pendistribusian surat C6 ke pemilih. “Ada juga, pemilih baru menerima surat C6 dimalam hari sehari sebelum pencoblosan,”ucapnya. (awi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!