Rekapitulasi KPU Sulsel, Prof Andalan Menang Telak – Pare Pos
PILGUB

Rekapitulasi KPU Sulsel, Prof Andalan Menang Telak

PAREPOS.CO.ID, MAKASSAR– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel menetapkan Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 3, Prof Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) mendapat suara terbanyak di Pilgub Sulsel 2018-2023. Penetapan ini menandai ditutupnya rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilgub Sulsel yang berlangsung di Hotel Claro, Makassar yang berlangsung sejak Minggu malam, 8 Juli hingga Senin dini hari,9 Juli 2018, pukul 04.27 wita.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode, Prof Nurdin Abdullah bersama pasangannya Andi Sudirman Sulaiman yang tidak lain adalah adik kandung Andi Amran Sulaiman ini berhasil mengungguli tiga paslon lainnya di 16 daerah dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Paslon Prof Andalan yang diusung PDIP, PAN dan PKS ini meraih suara 1.867.303 dari 4.334.359 pemilih yang menggunakan hak suaranya. Perolehan suaranya terbanyak itu diraih di Kabupaten Bantaeng, Soppeng, Barru, Takalar, Maros, Tana Toraja, Bulukumba, Jeneponto, Palopo, Parepare, Pinrang, Sidrap, Sinjai, Toraja Utara, Wajo dan Kota Makassar.

Perolehan suara terbanyak berikutnya diraih saingan beratnya yakni paslon nomor urut 1, Nurdin Halid-Abdul Aziz Kahar Muzakkar. Paslon yang diusung Partai Golkar, PKB, Hanura, PKPI dan Partai Nasdem ini hanya memenangi enam daerah yakni enam kabupaten/kota masing-masing Kabupaten Bone, Selayar, Luwu Timur, Luwu Utara dan Pangkep serta Enrekang dengan perolehan suaranya sebanyak 1.162.751.

Sisanya dua daerah yakni Kabupaten Gowa dan Luwu, perolehan suara terbanyaknya masing-masing diiraih dua paslon lainnya yakni paslon nomor urut 4, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar. Paslon nomor urut 2, Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo tidak memenangi di satu pun kabupaten/kota. Dalam perjalanan rapat pleno terbuka ini, rapat yang dipimpin secara bergantian oleh ketua KPU Sulsel, Misna M Attas dan komisioner divisi teknis, Fatmawati Rahim banyak dihujani interupsi khususnya berasal dari saksi dan tim hukum paslon nomor urut 1 Nurdin Halid-Abdul Aziz Kahar Muzakkar.

Umumnya yang diprotes adalah mengenai proses, logistik pilkada dan data pemilih, bukan hasil perolehan suara. Karena itulah, Ziaurrahman, saksi dari paslon Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Muzakkar menilai pilgub Sulsel cacat. Karena hujan interupsi inilah membuat rapat pleno terbuka berjalan alot dan baru berakhir Senin dini hari.

Prev1 of 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!